Advertisement
Indonesia Positif

FP UTM Edukasi Warga Desa Tengket Manfaatkan Toga sebagai Apotek Hidup dan Peluang Usaha

Fakultas Pertanian UTM menggelar pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi Kelompok PKK Desa Tengket.

TIMES Indonesia,
FP UTM Edukasi Warga Desa Tengket Manfaatkan Toga sebagai Apotek Hidup dan Peluang Usaha
Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UTM saat menggelar pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi Kelompok PKK Desa Tengket.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Bangkalan Upaya meningkatkan kesehatan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UTM menggelar pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi Kelompok PKK Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Advertisement

Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan TOGA Menjadi Produk Minuman Fungsional Bernilai Ekonomis” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber kesehatan alami sekaligus peluang usaha keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai jenis tanaman herbal yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah, seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, sereh, pandan, dan daun salam.

Tim pengabdian menjelaskan manfaat tanaman tersebut untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan ringan, mulai dari batuk, masuk angin, nyeri haid, hingga hipertensi.

Amanatuz Zuhriyah dan Setiani, selaku pemateri menjelaskan bahwa TOGA bukan hanya sekadar tanaman pelengkap pekarangan, tetapi dapat menjadi “apotek hidup” yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga.

UTM

“Melalui pemanfaatan TOGA, masyarakat dapat memperoleh alternatif pengobatan alami yang lebih hemat, mudah diperoleh, dan aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Setiani.

Selain penyampaian teori, peserta juga diajak mempraktikkan cara menanam TOGA menggunakan media sederhana seperti pot dan botol bekas. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif dan ramah lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK Desa Tengket aktif bertanya mengenai teknik budidaya, pengolahan hasil TOGA menjadi minuman herbal, hingga cara perawatan tanaman agar dapat tumbuh optimal di pekarangan rumah.

Tidak hanya berorientasi pada kesehatan, kegiatan ini juga menanamkan semangat kewirausahaan kepada masyarakat. Pengolahan TOGA menjadi minuman herbal dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

Bahkan, dalam materi yang disampaikan disebutkan bahwa pemanfaatan TOGA dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan kesehatan setiap bulannya.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tengket, Murniasih, menyambut gembira kegiatan yang dihelat oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UTM. Harapannya ke depan kegiatan dapat berlanjut dan membawa manfaat bagi warga masyarakat, khususnya anggota PKK.

“Kami sangat berterima kasih mendapatkan kepercayaan sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kami siap bekerjasama lebih lanjut ke depannya,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UTM yang terdiri atas akademisi dan praktisi di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam bidang kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UTM kembali menegaskan komitmennya dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif, inovatif, dan berbasis potensi lokal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia