Bambang Haryo dan Kemenparekraf Ajak Warga Lokal Promosikan Wisata Tersembunyi
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar pelatihan public speaking sebagai upaya mempromosikan pariwisata tersembunyi atau hidden gem.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar pelatihan public speaking sebagai upaya mempromosikan pariwisata tersembunyi atau hidden gem.
Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) public speaking Promosi Branding Wonderful Indonesia ini diikuti puluhan warga Surabaya, Jumat (8/5/2026).
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif-Kemenparekraf, Bulan Nadia menjelaskan, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mempromosikan wisata. Karena, pemerintah sendiri, terkadang tidak menjangkau wisata tersembunyi.
"Kami sangat mengharapkan ada bantuan dari masyarakat juga untuk terus meng-up promosi-promosi di daerahnya, karena dari pusat sering sekali tidak terinfokan destinasi-destinasi baru yang berkembang saat ini," ujarnya.
Oleh karena itu, Kemenparekraf mendorong peran aktif masyarakat, dalam mempromosikan wisata wisata tersembunyi. Mulai dari destinasi wisata, wisata budaya, hingga kuliner khas daerah setempat.
"Jadi kami sangat mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk terus mempromosikan daerah-daerah. Apalagi daerah-daerah baru. Kuliner, makanan, atau misalnya seperti budaya-budaya baru, atau desa wisata," imbuhnya.
Kepala Bidang Pemasaran Kelembagaan Parekraf-Disbudpar Jatim, Ali Afandi menyambut baik pelibatan warga lokal dalam promosi wisata. Terlebih, Jatim memiliki program Desa Wisata, yang mengangkat potensi wisata Desa.

"Kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sangat intens untuk Desa Wisata," ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi Desa Wisata ini, Pemprov Jatim menggelar festival Dewi Cemara (Desa Wisata, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera). Diharapkan, mampu mengangkat perekonomian masyarakat Desa.
"Bukan hanya dari sisi pariwisata, tapi dari semua sisi. Ada sisinya budayanya, ada sisi ekonominya, ada sisi kulinernya," katanya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono berharap, Bimtek ini meningkatkan kemampaun public speaking masyarakat. Khususnya dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.
"Kita minta untuk bisa membranding dengan vokal-vokal, seperti tadi yang disampaikan sama Bu Fuji (narsum, red). Sehingga menarik setiap konten-kontennya, dalam memberanding Wonderful Indonesia," harapnya.
Menurut Bambang Haryo, membranding melalui public speaking yang baik, akan turut mengangkat pamor destinasi wisata. Terlebih, pesan yang disampaikan menggunakan bahasa asing, sehingga dimengerti wisatawan bernagai negara.
"Kalau konten-kontennya itu menarik, bahasanya juga menarik, tentu masyarakat internasional pasti tertarik untuk ke Indonesia," ujarnya.
Sedianya, Indonesia memiliki wisata alam terbanyak bahkan diakui yang tercantik dibanding negara lain. Bahkan wisata budaya juga terbanyak, dengan sekitar 200 kerajaan se Indonesia.
Dibandingkan dengan Malaysia dengan 11 atau 12 Kerajaan, namun jumlah wisatawan lebih banyak dibanding Indonesia. Menurut Bambang Haryo, karena Pemerintahnya cakap dalam membranding destinasi wisata tersebut.
"Kenapa kita enggak gitu? Jadi ini yang kita harapkan dengan branding-branding ini. Jangan brandingnya yang jelek-jelek saja, terjadi banjir, terjadi ini, terjadi itu," harapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


