Advertisement
Indonesia Positif

Prodi Agribisnis UTM Perkenalkan Puding Jamu sebagai Inovasi Pangan Lokal

Prodi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura mengenalkan inovasi puding herbal jamu sedot kepada PKK Desa Telang, Bangkalan, untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

TIMES Indonesia,
Prodi Agribisnis UTM Perkenalkan Puding Jamu sebagai Inovasi Pangan Lokal
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat memberikan pelatihan puding jamu ke anggota PKK Telang, Bangkalan. (Foto: UTM)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANGKALAN Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Telang, Bangkalan, Madura, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang menyasar kelompok PKK RT 03 RW 03 Desa Telang itu mengusung tema Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Diversifikasi Produk Jamu Tradisional menjadi Puding Herbal sebagai Upaya Keberlanjutan Pangan Lokal. Program tersebut menjadi bagian dari upaya akademisi mendorong inovasi pangan lokal yang sehat, kreatif, dan memiliki nilai ekonomi.

Advertisement

Dalam kegiatan itu, tim pengabdian memperkenalkan inovasi puding jamu sedot sebagai bentuk diversifikasi produk herbal tradisional agar lebih modern dan diminati berbagai kalangan. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif konsumsi sehat bagi keluarga sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat desa.

Selain itu, puding herbal dinilai relevan sebagai inspirasi menu pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi perhatian dalam penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Peserta mendapatkan edukasi mengenai proses pembuatan puding jamu sedot, mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Materi disampaikan secara interaktif oleh Dr. Amanatuz Zuhriyah.

Ia menjelaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu terus dikembangkan agar jamu tradisional tetap diminati di tengah perubahan gaya hidup modern.

“Puding jamu sedot ini merupakan bentuk inovasi pengolahan jamu tradisional agar lebih menarik dikonsumsi semua usia, terutama anak-anak dan keluarga muda. Selain menyehatkan, produk ini juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh ibu-ibu PKK,” ujar Amanatuz Zuhriyah.

Advertisement

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sebanyak 20 ibu PKK aktif mengikuti praktik dan diskusi mengenai manfaat herbal, daya tahan produk, hingga peluang pemasaran puding jamu sedot.

Berbagai pertanyaan disampaikan peserta terkait khasiat bahan herbal yang digunakan serta kemungkinan pengembangan variasi rasa agar lebih diminati konsumen.

Ketua PKK Desa Telang, Henny, mengatakan kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan jamu tradisional menjadi produk yang lebih kreatif dan bernilai jual.

“Biasanya jamu hanya diminum secara tradisional, tetapi ternyata bisa diolah menjadi puding yang menarik dan disukai keluarga. Ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi kami,” katanya.

Selain penyampaian materi dan praktik pembuatan produk, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi santai dan pembagian doorprize untuk meningkatkan partisipasi peserta. Suasana interaktif terlihat dalam kegiatan yang mempertemukan tim akademisi dengan warga setempat tersebut.

Melalui program pemberdayaan masyarakat ini, Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura berharap inovasi diversifikasi jamu tradisional menjadi puding herbal dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya keberlanjutan pangan lokal.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi keluarga dan pemanfaatan pangan lokal berbasis herbal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia