Kelompok Ternak Pandan Satu Padang, Banyuwangi Jadi Jujugan Belajar Mahasiswa
Kelompok Ternak Pandan Satu di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi kini nampak naik kelas.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Kelompok Ternak Pandan Satu di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi kini nampak naik kelas. Tak hanya sekedar menjadi tempat penetasan telur bebek, tetapi juga menjadi laboratorium bagi mahasiswa.
Seperti yang terlihat pada, Rabu (13/5/2026) sejumlah mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (UT) Jember berkunjung untuk menguji teori perkuliahan dengan realitas praktik peternakan yang sesungguhnya.
Di bawah kepemimpinan Zanuar Malik Faesoli, Kelompok Ternak Pandan Satu kini bertransformasi menjadi wahana belajar sistem penetasan telur bebek otomatis. Di tempat ini, teori-teori perkuliahan yang rumit seolah menemukan wujud nyatanya di tangan para peternak lokal yang berpengalaman.
Suasana antusias menyelimuti ruang penetasan saat mahasiswa Prodi Agribisnis itu melihat langsung proses penetasan hingga ke rantai pemasaran. Bukan itu saja, para akademisi itu juga nampak takjub dengan kecanggihan inkubator hasil rakitan mandiri para anggota kelompok.
Bagaimana tidak, inkubator ini bekerja secara otomatis dengan menyesuaikan suhu secara presisi sesuai kebutuhan penetasan telur. Tak berhenti di situ, kelompok ternak tersebut berencana meningkatkan kecanggihan alat dengan menambahkan fitur pembalik telur otomatis
Saat proses pertukaran ilmu, mahasiswa didampingi langsung oleh Muukarom, S.P. seorang mantan penyuluh yang kini aktif di Kelompok Ternak Pandan Satu. Turut hadir pula para peternak kawakan yang telah puluhan tahun berkecimpung di bidang pembibitan dan peternakan bebek.

"Kami seneng kelompok ternak kami jadi tempat belajar para mahasiswa. Jadi kita bisa kolaborasi dengan bertukar ilmu," kata Mukarom, Kamis (14/5/2026).
Mukarom menilai bahwa kehadiran mahasiswa adalah kunci untuk menyuntikkan inovasi ke dalam kelompok ternak. Dengan ilmu yang terus berkembang, para pembudidaya didorong untuk terus memperbarui keterampilan mereka. Tujuannya jelas supaya tata kelola ternak menjadi lebih efisien dan jangkauan pemasaran semakin luas.
"Tidak hanya kami yang memberikan ilmu, mereka juga memberi kita ilmu tentang tata kelola yang lebih efesien dan pemasaran masa kini dengan memanfaatkan digital," ujarnya.
Mukarom mengajak para mahasiswa untuk menyelami seluk-beluk penetasan telur bebek secara mendalam. Penjelasan dimulai dari pengenalan fungsi inkubator, teknik penyortiran telur yang berkualitas, serta pengaturan suhu dan waktu penetasan yang akurat.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai penanganan bibit pascatelur menetas, hingga strategi pemasaran bebek, maupun telur infertil yang saat ini masih dilakukan secara konvensional.
"Bahkan mahasiswa kami ajak ke peternak bebek yang merupakan anggota kelompok," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa UT Jember, Nur Vadriana, mengaku senang bisa belajar di Kelompok Ternak Pandan Satu. Menurutnya, ada banyak ilmu baru yang di dapatkan selama mengikuti kegiatan di sana
"Saya mendapat banyak ilmu tambahan yang tidak diajarkan dalam teori kuliah, ini menjadi penelitian yang berharga," ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


