Advertisement
Indonesia Positif

Pelanusa, Komunitas UMKM yang Berdayakan Ribuan Perempuan Lewat Kreativitas Kain Perca

Pelanusa memberdayakan perempuan melalui UMKM kreatif berbasis kain perca. Komunitas ini telah melatih sekitar 6.000 mitra binaan dan menembus pasar internasional.

TIMES Indonesia,
Pelanusa, Komunitas UMKM yang Berdayakan Ribuan Perempuan Lewat Kreativitas Kain Perca
Founder & CEO Pelanusa, Endahing Noor Suryanti saat menjelaskan materi terkait Pelanusa. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pelangi Nusantara atau Pelanusa merupakan komunitas sekaligus UMKM yang bergerak di industri kreatif bidang fesyen. Dengan memanfaatkan kain perca sebagai bahan utama, Pelanusa berhasil memberdayakan perempuan agar mandiri secara ekonomi melalui berbagai kegiatan produktif.

Founder dan CEO Pelanusa, Endahing Noor Suryanti, mengatakan ide pembentukan komunitas ini berawal dari pengalamannya melihat banyak perempuan di sekitarnya menghadapi keterbatasan ekonomi. Mereka antara lain perempuan kepala keluarga, mantan pekerja migran, serta perempuan dari keluarga prasejahtera yang kesulitan mengakses pendidikan dan pelatihan.

Advertisement

“Dulu perempuan di sekitar saya kebanyakan terkendala ekonomi. Akhirnya hati saya tergerak untuk membantu mereka,” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Pelanusa Endahing Noor Suryanti

Menurut Yanti, Pelanusa tidak hanya menjadi wadah pengembangan usaha, tetapi juga ruang belajar dan bertumbuh bersama bagi pelaku UMKM perempuan. Produk yang dihasilkan memanfaatkan kain perca yang diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas, pakaian, celana, hingga gantungan kunci.

Sejak berdiri pada 2012, Pelanusa berkembang melalui pendekatan learning by doing dan melahirkan model pemberdayaan bertajuk Holistic Empowering Pelanusa Models. Model tersebut terus dikembangkan hingga kini, meski belum diuji secara akademik.

Hingga saat ini, Pelanusa telah berkembang signifikan dengan menghasilkan berbagai produk kriya berbasis kerajinan tangan, mulai dari ornamen tekstil, produk fesyen, hingga dekorasi interior. Seluruh proses produksi dilakukan secara terstruktur, mulai dari desain, pengolahan bahan baku, penyortiran, hingga distribusi produk.

Advertisement

Pelanusa juga mengembangkan produk berbahan alami dengan memanfaatkan kapas cokelat dan kapas putih sebagai bahan baku utama. Menurut Yanti, produk-produk tersebut memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional.

“Saya ingin mengajak teman-teman di seluruh Indonesia melalui Gerakan Ketahanan Sandang Indonesia berbasis bahan sandang alami,” katanya.

Sejumlah produk kriya Pelanusa telah menembus pasar luar negeri. Salah satunya dipasarkan hingga Prancis melalui skema hand carry dan dijual di kawasan wisata sekitar Menara Eiffel.

Kain Perca

Selain fokus pada produksi, Pelanusa juga aktif dalam edukasi dengan menerima kunjungan dan pembelajaran dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Inggris, Jerman, dan Malaysia.

Hingga kini, Pelanusa telah mendampingi dan memberikan pelatihan kepada sekitar 6.000 mitra binaan dari berbagai kelompok masyarakat.

Saat ini, Pelanusa terus memperluas pasar global dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pendidikan hingga pemerintah.

Menurut Yanti, melalui Pelanusa banyak perempuan yang tumbuh lebih percaya diri dan mampu membuktikan bahwa mereka dapat memimpin serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Saya yakin mereka yang sudah tergabung dalam Pelanusa kini lebih percaya diri dan mampu menunjukkan bahwa mereka juga bisa memimpin dan berkontribusi dalam masyarakat,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia