Tasyakuran TMMD 128 Probolinggo di Desa Brabe, Simbol Syukur dan Kuatnya Gotong Royong TNI-Rakyat
Menjelang rampungnya seluruh sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026, Satgas TMMD Kodim 0820/Probolinggo
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Menjelang rampungnya seluruh sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026, Satgas TMMD Kodim 0820/Probolinggo menggelar tasyakuran bersama warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi pavingisasi Dusun Klagin RT 19 RW 07 itu menjadi penanda bahwa kerja keras selama beberapa pekan mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar seremoni penutupan, tasyakuran ini menjadi simbol rasa syukur atas kuatnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa dari akar persoalan yang paling mendasar.
Sekitar 150 orang hadir dalam acara tersebut. Mereka terdiri atas personel Satgas TMMD, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang selama ini terlibat langsung dalam setiap proses pembangunan.
Lettu Marten, anggota Satgas TMMD Ke-128, memimpin jalannya acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjadi bagian penting dari keberhasilan program.
“Keberhasilan TMMD ini bukan hanya hasil kerja TNI, tetapi buah dari kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh warga Desa Brabe,” ujar Lettu Marten.
Infrastruktur Desa Brabe Berubah Signifikan
Selama pelaksanaan TMMD Ke-128, Desa Brabe menjadi pusat berbagai pembangunan strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari pavingisasi jalan lingkungan, pembangunan tandon air dan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan tangki septik individual, hingga pembangunan Musholla Baiturrahim.
Seluruh sasaran tersebut dirancang untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, seperti akses jalan, ketersediaan air bersih, sanitasi, hunian layak, dan fasilitas ibadah.
Bagi warga Dusun Klagin, perubahan tersebut terasa nyata. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini lebih mulus. Air bersih mulai tersedia. Rumah-rumah warga kurang mampu direnovasi menjadi lebih aman dan sehat.
Doa Bersama untuk Keberlanjutan Manfaat
Acara tasyakuran dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kiai Mulyono, tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh pekerjaan sekaligus harapan agar hasil pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara, menandai kedekatan yang telah terbangun antara Satgas TMMD dan masyarakat selama pelaksanaan program.
Gotong Royong Menjadi Kunci Sukses TMMD
Salah satu kekuatan utama TMMD Ke-128 di Desa Brabe adalah partisipasi aktif masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut terlibat dalam proses pembangunan, mulai dari mengangkut material, menyiapkan konsumsi, hingga membantu pengerjaan di lapangan.
Model pembangunan berbasis partisipasi inilah yang menjadikan TMMD lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Program ini menjadi ruang sosial yang mempererat solidaritas dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Penutupan Program, Awal Pemanfaatan Hasil Pembangunan
Kodim 0820/Probolinggo menegaskan bahwa selesainya pembangunan fisik bukanlah akhir dari proses, melainkan awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun.
Melalui TMMD Ke-128, TNI kembali menunjukkan perannya sebagai kekuatan yang tidak hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga hadir langsung membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan.
Tasyakuran di Desa Brabe menjadi penanda bahwa pembangunan terbaik selalu lahir dari kebersamaan. Ketika TNI dan rakyat berjalan seiring, desa tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga tumbuh dengan semangat persatuan yang semakin kokoh. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

