Advertisement
Indonesia Positif

SMKN 1 Batu Siapkan Lulusan Tembus Industri Global, Turki dan Jepang Menanti

SMKN 1 Batu mulai memperkuat program penyaluran kerja luar negeri bagi para lulusannya. Melalui program Penguatan Kebekerjaan Luar Negeri, sekolah kejuruan tersebut menargetkan sedikitnya 20 lulusan dapat bekerja di Turki dan Jepang.

TIMES Indonesia,
SMKN 1 Batu Siapkan Lulusan Tembus Industri Global, Turki dan Jepang Menanti
Kepala Sekolah SMKN 1 Batu, Arik Harianto. (Foto : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Batu SMKN 1 Batu mulai memperkuat program penyaluran kerja luar negeri bagi para lulusannya. Melalui program Penguatan Kebekerjaan Luar Negeri, sekolah kejuruan tersebut menargetkan sedikitnya 20 lulusan dapat bekerja di Turki dan Jepang.

Kepala SMKN 1 Batu, Arik Harianto mengatakan, program tersebut mendapat dukungan langsung dari Direktorat SMK sebagai bagian dari upaya memperluas peluang kerja lulusan SMK di sektor formal internasional.

Advertisement

"Tahun ini kami mulai serius menjalankan program penguatan kebekerjaan luar negeri. Sekarang ada 20 anak atau lulusan," ujarnya, Senin (18/5/2026).

Saat ini, sebanyak 17 lulusan telah mendaftar untuk bekerja di Turki pada bidang perhotelan dan kuliner. Selain itu, tiga lulusan lainnya diproyeksikan berangkat ke Jepang pada akhir 2026 untuk sektor yang sama. 

Menurutnya, para peserta kini tengah menjalani berbagai tahapan persiapan, mulai dari penguatan kemampuan bahasa asing hingga tes kesehatan dan psikologi.

"Sekarang anak-anak sedang kami drill bahasa Inggris dan bahasa Turki. Guru pengajarnya dari lembaga kursus bahasa, tetapi pembelajarannya dilakukan di sekolah," katanya.

Selain pembekalan bahasa, para calon pekerja juga mengikuti tes fisik yang melibatkan Koramil setempat untuk memastikan kesiapan kesehatan dan kondisi tubuh mereka.

Advertisement

"Minggu depan mereka juga menjalani psikotes dan pemeriksaan kesehatan bersama rumah sakit. Semua demi kesiapan program ini," ujarnya.

Arik menjelaskan, penguasaan bahasa asing menjadi faktor utama karena akan menentukan peluang karier para lulusan setelah bekerja di luar negeri. Ia menyebut kontrak kerja di Turki rata-rata berlangsung selama enam bulan dan dapat menjadi batu loncatan menuju industri perhotelan di negara lain.

"Kalau bahasa Inggrisnya bagus, mereka bisa lanjut bekerja ke hotel-hotel di Eropa atau Australia dengan gaji lebih tinggi," jelasnya.

Meski peluang kerja di luar negeri terbuka cukup besar, dirinya mengakui tidak semua siswa maupun orang tua siap melepas anak bekerja ke luar negeri. Karena itu, sekolah terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada calon lulusan.

"Sebenarnya program ini sudah kami tawarkan ke seluruh siswa dan orang tua, tetapi masih banyak yang merasa berat jika anaknya harus bekerja di luar negeri," katanya.

Ia menegaskan, sekolah tidak ingin sebatas meluluskan siswa tanpa memastikan masa depan mereka setelah lulus. Menurutnya, SMK harus mampu mencetak lulusan yang benar-benar siap kerja dan terserap dunia industri.

"Sekolah tidak hanya meluluskan siswa, tetapi juga harus memastikan mereka bisa bekerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri," tegasnya.

SMKN 1 Batu sendiri memiliki sekitar 350 lulusan tahun 2026 yang berasal dari empat jurusan, yakni perhotelan, kuliner, tata busana, dan kecantikan. Namun mayoritas penyaluran kerja masih didominasi sektor pariwisata, terutama perhotelan dan kuliner.

"Dari lulusan tersebut, sekitar 80 persen lulusan sudah terserap kerja, meski ada juga yang masih casual worker," ungkapnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh keberhasilan pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan siap kerja di tengah tingginya jumlah lulusan SMK setiap tahun.

"Mudah-mudahan program ini berhasil sehingga semangat SMK untuk meluluskan pelajar siap kerja dan benar-benar diterima kerja bisa terwujud," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia