Pesta Hari Jadi ke-425 Semarak, Jalan Margasari-Kalierang Tegal Masih Jadi Ujian Kesabaran Warga
Perayaan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal meriah dengan kirab pusaka Tombak Ki Plered dan pesta rakyat, namun warga tetap menagih percepatan perbaikan jalan Margasari–Pagerbarang.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
TEGAL – Suasana meriah menyelimuti Kabupaten Tegal dalam peringatan Hari Jadi ke-425 tahun ini, masyarakat tumpah ruah menyaksikan kirab pusaka Tombak Ki Plered yang menjadi tradisi sakral sekaligus simbol sejarah panjang daerah.
Arak-arakan pusaka dari rumah dinas bupati menuju Gedung DPRD Kabupaten Tegal berlangsung khidmat, dipadukan dengan nuansa budaya yang kental dan antusiasme warga dari berbagai penjuru daerah.
Peringatan hari jadi kali ini memang tidak hanya menghadirkan seremoni pemerintahan semata. Pemerintah Kabupaten Tegal berupaya menjadikan momentum tersebut sebagai ruang kebersamaan rakyat.
Berbagai hiburan rakyat disiapkan, mulai dari pertunjukan seni tradisional hingga konser artis nasional seperti Denny Caknan yang dijadwalkan tampil memeriahkan rangkaian acara.
Bupati Tegal, Ischak Maulana menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-425 merupakan momentum penting memperkuat semangat pembangunan daerah.
Menurutnya, tema besar “Tegal Luwih Apik” bukan sekadar slogan, melainkan harapan bersama agar Kabupaten Tegal terus bergerak maju, baik dari sisi pelayanan publik, ekonomi, maupun pembangunan infrastruktur.
Namun di tengah semarak perayaan, satu persoalan tetap menjadi perhatian masyarakat, yakni kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah. Keluhan warga terkait ruas jalan Margasari - Pagerbarang kembali mencuat dan menjadi pembahasan publik.
Jalan yang menjadi penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat itu dinilai membutuhkan penanganan segera karena kerusakannya cukup mengganggu pengguna jalan.
Kondisi jalan berlubang dan bergelombang tidak hanya menghambat perjalanan warga, tetapi juga dinilai membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.
Banyak warga berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Tegal tidak hanya diisi pesta rakyat, melainkan dibarengi percepatan pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung warga masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ischak mengakui bahwa sejumlah program pembangunan jalan dan jembatan memang belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah, kata dia, masih berada pada tahap persiapan dan penyusunan proses teknis sebelum pengerjaan dilakukan.
“Termasuk perbaikan jalan dari Margasari ke Pagerbarang dan beberapa ruas jalur Pantura yang masih dalam tahap persiapan sehingga belum dapat terlaksana.
Jadi masyarakat kami minta tetap bersabar,” ujarnya usai rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Tegal di Gedung DPRD. Senin (18/5) kepada awak media.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penjelasan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai tahapan administrasi maupun penganggaran agar proyek perbaikan bisa segera direalisasikan.
Selain ruas Margasari–Pagerbarang, pemerintah juga tegas menyoroti kebutuhan perbaikan infrastruktur lain seperti Jembatan Kalierang yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Bagi warga, harapan terhadap pembangunan jalan sebenarnya sederhana. Mereka ingin akses transportasi aman dan nyaman agar aktivitas ekonomi berjalan lancar.
Jalan yang baik diyakini mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Tegal.
Di sisi lain, peringatan Hari Jadi ke-425 juga memperlihatkan kuatnya identitas budaya masyarakat Kabupaten Tegal. Kirab pusaka dan pesta rakyat menjadi simbol bahwa tradisi masih hidup di tengah perkembangan zaman.
Momentum hari jadi ini akhirnya menjadi refleksi bersama bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari kemeriahan acara seremonial, tetapi sejauh mana pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Di tengah gemerlap perayaan dan hiburan rakyat, warga tetap menanti realisasi janji perbaikan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak.
Kabupaten Tegal kini memasuki usia ke-425 dengan harapan baru. Semangat “Tegal Luwih Apik” menjadi pekerjaan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, pembangunan yang dirasakan langsung oleh rakyat akan menjadi hadiah paling bermakna dalam perjalanan panjang sejarah Kabupaten Tegal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


