Advertisement
Indonesia Positif

Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Ikon Budaya Kota Batu yang Mampu Gerakan Ekonomi

Panggung Seni Sendratari Arjuna Wiwaha di Kelurahan Sisir, Kota Batu, perlahan menjelma menjadi salah satu ikon wisata budaya yang mulai menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

TIMES Indonesia,
Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Ikon Budaya Kota Batu yang Mampu Gerakan Ekonomi
Gelaran budaya di Sendra Tari Arjuna Wiwaha Kota Batu (FOTO : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BATU Panggung Seni Sendratari Arjuna Wiwaha di Kelurahan Sisir, Kota Batu, perlahan menjelma menjadi salah satu ikon wisata budaya yang mulai menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

Amphiteater terbuka yang berada di Jalan Sultan Hasan Halim itu kini rutin digunakan untuk berbagai pertunjukan seni tradisional, pagelaran budaya hingga event kreatif yang melibatkan seniman lokal.

Advertisement

Keberadaan panggung seni tersebut dinilai menjadi wajah baru pengembangan wisata budaya di Kota Batu yang selama ini lebih dikenal dengan wisata alam dan taman hiburan modern.

Dengan latar pegunungan, hamparan persawahan serta nuansa khas budaya Jawa, kawasan Sendratari Arjuna Wiwaha menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Panggung Sendratari Arjuna Wiwaha dulu sempat terlihat kurang terawat dan dikelilingi ilalang tinggi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata mulai melakukan pembenahan kawasan secara bertahap, mulai dari penataan rumput, area duduk penonton, pencahayaan hingga pengelolaan panggung pertunjukan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu pada masa itu, Onny Ardianto, menyebut keberadaan sendratari tersebut memang dipersiapkan sebagai ruang ekspresi pelaku seni budaya Kota Batu sekaligus destinasi wisata baru berbasis kebudayaan lokal.

"Selain menjadi tempat pertunjukan, kawasan itu juga diproyeksikan sebagai sarana pelestarian budaya daerah seperti bantengan, jaran kepang, wayang hingga seni drama tari tradisional yang sering diadakan," katanya, Selasa (19/5/2026).

Advertisement

Bahkan sejumlah ornamen dan ukiran di area panggung menggambarkan identitas budaya khas Kota Batu. Berbagai agenda budaya kini mulai rutin digelar di lokasi tersebut. Salah satunya Pentas Padang Bulan yang menghadirkan pertunjukan seni setiap malam bulan purnama.

"Dalam kegiatan itu, berbagai sanggar seni dari Kota Batu mendapat kesempatan tampil secara bergantian menampilkan karya terbaik mereka di hadapan masyarakat dan wisatawan," terangnya.

Pada sejumlah pertunjukan, panggung seni ini menghadirkan kolaborasi kesenian khas daerah seperti Rampak Barong, bantengan, tari tradisional hingga sendratari Arjuna Wiwaha yang dikemas modern namun tetap mempertahankan nilai budaya lokal. Pertunjukan tersebut juga menjadi hiburan gratis yang diminati masyarakat.

Tidak hanya berdampak pada sektor budaya, geliat aktivitas di kawasan Sendratari Arjuna Wiwaha juga mulai menggerakkan pelaku ekonomi kreatif. 

"Saat event berlangsung, deretan stand kuliner dan produk kreatif lokal terlihat memenuhi area pintu masuk pertunjukan. Kondisi itu memberi peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar," bebernya.

Pengembangan wisata budaya melalui Sendratari Arjuna Wiwaha juga mulai dipromosikan melalui paket wisata edukasi budaya. Sejumlah rombongan pelajar dari luar daerah pernah diajak menikmati pertunjukan seni langsung di amphiteater tersebut sebagai bagian pengenalan budaya lokal Kota Batu.

Sejumlah pegiat seni Lek Yud sapaanya berharap pemerintah terus menjaga konsistensi penyelenggaraan event budaya di panggung tersebut. Sebab keberadaan ruang pertunjukan dinilai penting untuk regenerasi seniman muda sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan pariwisata modern.

"Panggung seperti ini penting karena menjadi ruang berkarya bagi seniman lokal sekaligus media edukasi budaya untuk generasi muda," ujar dia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia