Advertisement
Indonesia Positif

Belanja ke Pasar Tradisional, Korpri Ajak Hidupkan Ekonomi Rakyat

Gerakan "Korpri Belanja ke Pasar Tradisional" dilakukan para ASN Pemkab Malang di beberapa wilayah kecamatan beberapa waktu terakhir. Salah satunya, dilakukan ASN di lingkungan Kecamatan Pakisaji sejak kemarin.

TIMES Indonesia,
Belanja ke Pasar Tradisional, Korpri Ajak Hidupkan Ekonomi Rakyat
Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, bersama staf saat ikut turun berbelanja di pasar tradisional Pakisaji Kabupaten Malang. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Gerakan "Korpri Belanja ke Pasar Tradisional" dilakukan para ASN Pemkab Malang di beberapa wilayah kecamatan beberapa waktu terakhir. Salah satunya, dilakukan ASN di lingkungan Kecamatan Pakisaji sejak kemarin.

"Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau belanja kebutuhan pokok di pasar rakyat, secara berkala agar omset pedagang naik dan UMKM juga ikut tumbuh," terang Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, Selasa (19/5/2026).

Advertisement

Dalam kegiatan belanja ke pasar tradisional ini, ia juga turut bersama staf dan anggota Korpri lainnya. Menurutnya, ajakan Korpri belanja ke Pasar ini juga digulirkan pemerintah daerah dan Pengurus Korpri sejak pandemi lalu. Tujuannya, untuk turut memulihkan ekonomi lokal. 

Dalam kegiatan belanja langsung di pasar tradisional, rombongan yang dipimpinnya juga menyempatkan berdialog dengan pedagang, dan menyerap berbagai harapan seperti terkait kebersihan serta fasilitas pasar.

Di wilayah Kecamatan Pakisaji sendiri, kata Taufik, gerakan ini menjawab melemahnya jual beli di Pasar Pakisaji akibat pergeseran ke ritel moderen dan daring pasca Hari Raya. Padahal, pasar tradisional juga berfungsi sebagai pusat interaksi warga dan distribusi kebutuhan pokok.

"Tujuannya mengembalikan kepercayaan ke pasar tradisional, menaikkan daya beli, dan menunjukkan ASN juga hadir sebagai penggerak ekonomi lokal," tandasnya.

Bagi pedagang pasar, diharapkan omset harian naik dan perputaran uang cepat. Sementara, bagi warga pembeli tersedia bahan pokok segar harga wajar dan uang tetap beredar di Pakisaji. 

Advertisement

"Jangka panjangnya diharapkan menekan inflasi daerah, menguatkan UMKM, dan menjaga ketahanan pangan," imbuh Taufik.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah seperti ini menjadi sinyal bahwa pasar tradisional tidak ditinggalkan. 

Ke depan, pihaknya berencana kegiatan akan rutin digelar dan disinergikan dengan BUMDes, Koperasi, serta komunitas pedagang untuk penataan lapak dan digitalisasi pencatatan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia