Advertisement
Indonesia Positif

Kuliah Subuh di UB, Mendiktisaintek Ajak Perbanyak Amal di Awal Dzulhijjah

Menurut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, menjelang bulan Dzulhijjah, terdapat keutamaan dalam 10 hari awal bulan ini sebagai hari yang dicintai oleh Allah SWT.

TIMES Indonesia,
Kuliah Subuh di UB, Mendiktisaintek Ajak Perbanyak Amal di Awal Dzulhijjah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., saat memberikan kuliah subuh di MRP UB. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Menjelang bulan Dzulhijjah, terdapat keutamaan dalam 10 hari awal bulan ini sebagai hari yang dicintai oleh Allah SWT. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam kegiatan kuliah subuh di Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB), Minggu (17/5/2026). 

Prof. Brian menyampaikan bahwa amal ibadah dalam hari-hari tersebut memiliki kedudukan yang sangat tinggi di hadapan Allah SWT dan hanya bisa disaingi oleh jihad di jalan Allah. 

Advertisement

“Ibadah dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bisa apa saja, mulai dari puasa, tahajud, membaca Al-Qur’an, sedekah, atau amalan lainnya yang dicintai oleh Allah,” ujarnya. 

Mendiktisaintek Brian Yuliarto

Ia menambahkan bahwa apabila seseorang telah dicintai oleh Allah, maka urusan kehidupannya akan dimudahkan. juga mengaitkan pentingnya spiritualitas dan sedekah dengan kesuksesan hidup. Ia pun mencontohkan tokoh dunia teknologi seperti Jensen Huang, pendiri NVIDIA, sebagai gambaran kesuksesan modern yang banyak dikagumi anak muda. Namun, dalam sejarah Islam, terdapat sosok Abdurrahman bin Auf RA yang menjadi teladan kesuksesan sekaligus kedermawanan luar biasa.

“Jika ingin kaya jangan banyak berpikir untuk bersedekah, semakin banyak memberi maka semakin banyak menerima,” tambahnya.

Selain kuliah subuh bersama Prof. Brian, MRP UB juga resmi melaunchingkan dua program strategis yang ditandai dengan pemukulan rebana secara simbolis oleh Rektor Universitas Brawijaya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ketua Yayasan UB Prof. Moch. Sasmito Djati, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Prof. Dr. Muhammad Halim Natsir, serta Wakil Ketua Takmir Masjid Raden Patah UB Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D.

Advertisement

Mendiktisaintek Brian Yuliarto 3

Program pertama yaitu Gerakan Shubuh Berjamaah, yaitu sebuah gerakan pembinaan spiritual sivitas akademika UB melalui pelaksanaan sholat shubuh berjamaah dan kajian inspiratif rutin yang direncanakan berlangsung setiap bulan dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional.

Sementara program kedua adalah Manajemen Pengembangan Ternak Qurban Holistik hasil kolaborasi antara MRP UB, Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan, dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Program tersebut dirancang untuk mengelola ternak berbasis syariah yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesionalisme dalam bidang peternakan dan pertanian. Selain itu, hal tersebut juga untuk menguatkan UB Science Techno Park dan sustainable farming system yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia