Fakultas Psikologi UNJ Perkuat Kesehatan Mental ASN melalui Seminar Digital Wellbeing di BKD D.I. Yogyakarta
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem kerja pemerintahan. Di satu sisi, transformasi digital mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem kerja pemerintahan. Di satu sisi, transformasi digital mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru berupa tekanan psikologis akibat intensitas penggunaan teknologi yang tinggi atau dikenal dengan istilah technostress. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta menyelenggarakan seminar pengabdian kepada masyarakat bertema “Membangun Lingkungan Kerja Digital yang Sehat: Pelatihan Digital Well-being dan Manajemen Stres Teknologi bagi ASN BKD DIY dalam Mendukung Implementasi SDGs 8” pada Kamis (21/5/2026) di Kantor BKD D.I. Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Psikologi UNJ dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan agar mampu beradaptasi secara sehat terhadap perubahan sistem kerja berbasis digital. Seminar tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan SMART ASN dan visi World Class Bureaucracy yang menjadi prioritas reformasi birokrasi nasional. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Ketua pelaksana kegiatan, Nazir Ultama Anugrah, M.A., menjelaskan bahwa digital wellbeing menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius di era transformasi birokrasi digital. Menurutnya, penggunaan teknologi secara terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik dapat berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis pegawai.
“Transformasi digital memang memberikan banyak kemudahan dalam sistem kerja pemerintahan, tetapi juga dapat memunculkan tekanan mental akibat tingginya tuntutan komunikasi digital dan beban kerja berbasis teknologi. Karena itu, penting bagi ASN untuk memiliki kemampuan mengelola stres teknologi secara sehat,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan tim dosen Fakultas Psikologi UNJ, yakni Fauziah Wijayanti, M.Psi., Psikolog; Syahid Izharuddin, M.Si.; Liza Yudhita Widyastuti, M.Psi., Psikolog; dan Redo Tridinata Wijaya, M.Psi., serta didukung oleh mahasiswa Lucky Davri dan Ruth Aulia Melati Siregar.
Seminar dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh 30 pegawai BKD D.I. Yogyakarta yang hadir langsung di Ruang Rapat Nitik lantai 4 Gedung BKD DIY. Kegiatan dibuka oleh Kepala Subbagian Umum BKD D.I. Yogyakarta, Ahmad Harimurti Nugroho, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan Fakultas Psikologi UNJ, Syahid Izharuddin, S.Psi., M.Si.
Materi seminar disampaikan oleh Dewi Fransiska Simanjuntak, S.Psi., M.Si., dosen Fakultas Psikologi UNJ, melalui metode ceramah, simulasi praktik, serta umpan balik langsung dari fasilitator. Peserta dibekali berbagai strategi membangun digital wellbeing, teknik manajemen stres berbasis teknologi, hingga cara mengatasi kecemasan komunikasi agar lebih percaya diri dan asertif dalam berbagai agenda kedinasan.
Pihak BKD D.I. Yogyakarta menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap materi mengenai digital wellbeing dapat menjadi bekal penting bagi pegawai dalam menghadapi tantangan kerja digital yang semakin dinamis. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja pemerintahan yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mendukung kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, dan produktivitas ASN secara berkelanjutan.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

