Momentum Idul Adha UM Malang Sebagai Ajang Memperkuat Solidaritas
Ketua pelaksana kegiatan, Alfian Fawaidil Wafa, M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian masyarakat dan sivitas akademika dalam berkurban pada tahun ini meningkat dua kali lipat daripada tahun lalu.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menyempurnakan Hari Raya Idul Adha 1447 H dengan menyembelih sebanyak enam ekor sapi dan 16 ekor kambing yang digelar di area parkir Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM, Rabu (27/5/2026). Kegiatan ini juga sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial dan solidaritas sivitas akademika UM bersama masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan, Alfian Fawaidil Wafa, M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian masyarakat dan sivitas akademika dalam berkurban pada tahun ini meningkat dua kali lipat daripada tahun lalu.
“Alhamdulillah tahun ini terdapat peningkatan jumlah ekor sapi, tahun lalu ada tiga ekor dan tahun ini enam,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban melibatkan kolaborasi strategis antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus yang menciptakan suasana hangat dan penuh makna.

“Semoga kurban di UM tidak hanya dirasakan melalui pembagian daging saja, tetapi juga kebersamaan dan kebahagiaan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium Pendidikan Agama (LPA) UM, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan bahwa momentum Idul Adha sebagai ajang untuk membangun karakter sosial dan spiritualitas.
“Budaya tersebut harus ditanamkan di lingkungan kampus yang tidak hanya berfokus pada akademik saja, tetapi juga kepedulian sosial,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan UM dengan masyarakat sekitar, serta mampu memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan melalui distribusi daging kurban.
“Melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi daging kurban serta dapat memperkuat solidaritas di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, distribusi daging kurban juga menjadi langkah konkret dalam membangun ketahanan pangan serta kolaborasi sosial berkelanjutan.
Bukan hanya bentuk ibadah, kegiatan kurban UM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 tentang Zero Hunger, poin 3 mengenai Good Health and Well-being, serta poin 17 tentang Partnerships for the Goals. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


