Dukung Swasembada Susu Nasional, Mahasiswi Polbangtan Malang Teliti Pemanfaatan VCO dan Aloe Vera untuk Pemerahan Sapi Perah Rakyat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) pada peternakan sapi perah rakyat serta menjadi salah satu alternatif inovasi yang dapat disebarluaskan melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan peternak di
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Upaya meningkatkan produksi susu nasional tidak hanya dilakukan melalui peningkatan populasi ternak, tetapi juga melalui penerapan inovasi sederhana yang mampu meningkatkan produktivitas di tingkat peternak rakyat. Sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi susu dalam negeri, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang terus mendorong lahirnya inovasi terapan yang menjawab kebutuhan peternak di lapangan.
Salah satunya dilakukan oleh Siti Isnaini Yulianingrum, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Malang, melalui penelitian berjudul “Pengaruh Teat Lubricant Berbahan Virgin Coconut Oil dan Aloe vera Gel terhadap Respon Ternak, Kesehatan Ambing, Produksi, dan Kualitas Susu Sapi Perah.”
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam Ujian Komprehensif sebagai salah satu tahapan akhir penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik pemerahan manual pada peternakan sapi perah rakyat yang berpotensi menimbulkan gesekan pada puting, menurunkan kenyamanan ternak, serta memengaruhi optimalisasi produksi susu.
Melalui pemanfaatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Aloe vera gel sebagai teat lubricant alami, penelitian ini menawarkan solusi yang mudah diterapkan, aman, dan ekonomis bagi peternak rakyat. Penelitian dilakukan pada sembilan ekor sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) dengan tiga perlakuan, yakni tanpa pelumas, penggunaan VCO, dan penggunaan Aloe vera gel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelumas alami mampu meningkatkan produksi susu secara nyata. Produksi susu pada perlakuan VCO mencapai 12,62 liter per ekor per hari, sedangkan penggunaan Aloe vera mencapai 12,50 liter per ekor per hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol tanpa pelumas yang menghasilkan 11,14 liter per ekor per hari.
Selain meningkatkan volume susu, penggunaan VCO dan Aloe vera juga memberikan dampak positif terhadap kualitas susu dan kesehatan ambing. Perlakuan VCO menghasilkan kadar lemak susu tertinggi sebesar 3,57 persen, sementara nilai Electrical Conductivity (EC) yang lebih rendah menunjukkan kondisi ambing yang lebih sehat dibandingkan kelompok tanpa pelumas.
Ketua Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Malang, Kartika Budi Utami, mengapresiasi penelitian yang dilakukan mahasiswa karena mampu menjawab kebutuhan nyata peternak di lapangan.
“Peningkatan produksi susu nasional memerlukan dukungan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh peternak. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan alami yang mudah diperoleh dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kenyamanan pemerahan, kesehatan ternak, sekaligus produktivitas usaha. Inilah salah satu bentuk kontribusi pendidikan vokasi dalam menghasilkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Isnaini Yulianingrum berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi peternak sapi perah rakyat dalam menerapkan praktik pemerahan yang lebih baik.
“Penelitian ini memberikan pengalaman berharga bagi saya untuk melihat langsung kebutuhan peternak di lapangan. Saya berharap penggunaan VCO dan Aloe vera sebagai teat lubricant dapat menjadi alternatif teknologi tepat guna yang mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan ternak, meningkatkan produksi susu, dan memberikan nilai tambah bagi usaha peternakan rakyat,” ungkapnya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) pada peternakan sapi perah rakyat serta menjadi salah satu alternatif inovasi yang dapat disebarluaskan melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan peternak di berbagai daerah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu hadir dalam bentuk teknologi yang kompleks. Melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh, mahasiswa Polbangtan Malang mampu menawarkan solusi sederhana yang berpotensi meningkatkan produktivitas, kesejahteraan ternak, dan efisiensi usaha peternakan rakyat. Temuan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan vokasi dapat menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


