Dari Sarang Lebah ke Pasar, Mahasiswa Polbangtan Malang Pelajari Rantai Bisnis Perlebahan Berkelanjutan
Pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan wawasan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan wawasan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembangunan pertanian nasional.
"Penyuluh pertanian masa depan tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memahami budidaya, pengendalian hama dan penyakit, pascapanen, hingga pemasaran," ujar Mentan Amran.
Sebagai wujud implementasi arah kebijakan tersebut, Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Tingkat I Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menyelenggarakan kuliah tamu pada mata kuliah Teknologi Produksi Ternak Unggas dan Aneka Ternak dengan tema "Membangun Bisnis Perlebahan Berkelanjutan: Dari Budidaya hingga Hilirisasi Produk" pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang diampu oleh Dr. Kartika Budi Utami, S.ST., M.P. dan Saraswati Ayu Purbarani, S.ST., M.Si. ini menghadirkan Dr. Ir. Dewi Masyithoh, S.P., M.Pt., M.M., dosen Universitas Islam Malang (Unisma) sekaligus pemilik PT Kembang Joyo, sebagai narasumber.
Melalui pengalaman yang dimiliki sebagai akademisi sekaligus pelaku usaha, ia membagikan praktik pengelolaan bisnis perlebahan dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya lebah madu, pengolahan hasil, pengendalian mutu, pengemasan, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran produk.
Dalam paparannya, Dewi menjelaskan bahwa keberhasilan usaha perlebahan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi madu, tetapi juga oleh penerapan sistem manajemen yang baik, inovasi produk, serta kemampuan membaca peluang pasar.

Mahasiswa diajak memahami bagaimana usaha madu dapat berkembang secara berkelanjutan melalui pengelolaan budidaya yang tepat, penerapan standar mutu, hingga pemanfaatan berbagai kanal pemasaran modern.
Kartika Budi Utami menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi PPKH dalam menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan sektor peternakan.
"Sebagai program pendidikan vokasi, Program Studi PPKH berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan sektor peternakan. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi dan akademisi yang memiliki kompetensi di bidang perlebahan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu memahami pengembangan usaha perlebahan secara utuh, mulai dari aspek budidaya, manajemen produksi, pengolahan hasil, hingga hilirisasi produk dan pengembangan bisnis agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.
Senada dengan hal tersebut, Saraswati Ayu Purbarani menjelaskan bahwa perlebahan merupakan salah satu komoditas aneka ternak yang memiliki prospek sangat baik untuk dikembangkan.
"Perlebahan merupakan salah satu komoditas aneka ternak yang memiliki prospek sangat baik untuk dikembangkan. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak memahami bahwa usaha perlebahan tidak hanya berfokus pada budidaya lebah dan produksi madu (on farm), tetapi juga mencakup pengolahan produk, pengembangan usaha, dan strategi pemasaran (off farm)," ungkapnya.
Saras berharap mahasiswa dapat melihat aneka ternak, khususnya perlebahan, sebagai sektor yang memiliki peluang bisnis luas, inovatif, dan berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


