Dari Timur Indonesia, Alumni UNISMA Aishah BT Takdir Konsisten Menguatkan Umat melalui Penyuluhan Agama
Perjalanan karier seseorang sering kali dibentuk oleh pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Perjalanan karier seseorang sering kali dibentuk oleh pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Hal tersebut tercermin dalam sosok Aishah BT Takdir, alumni Fakultas Agama Islam Program Studi Ahwal Asy-Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam) Universitas Islam Malang (UNISMA) yang kini mengabdikan dirinya sebagai Ahli Pertama Penyuluh Agama Islam pada Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Lulus pada tahun 2018, Aishah membawa bekal keilmuan yang kuat di bidang Hukum Keluarga Islam. Selama masa perkuliahan, ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial yang kini menjadi bagian dari kiprahnya di tengah masyarakat.
Semasa kuliah, Aishah aktif sebagai Pengurus PSM Bunga Almamater UNISMA periode 2015–2017. Selain itu, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Malang pada tahun 2016 dan Sekretaris BEM Fakultas Agama Islam pada tahun 2015. Berbagai pengalaman organisasi tersebut membantunya mengembangkan kemampuan manajerial sekaligus memperluas jejaring sosial dan profesional.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Usai menyelesaikan studi, Aishah memulai perjalanan kariernya sebagai Pegawai Teknis Panwaslu Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka pada tahun 2018 hingga 2019. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mengenai tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian sebagai Penyuluh Agama Non-PNS pada tahun 2019 hingga 2023.
Dedikasi dan konsistensinya dalam melayani masyarakat akhirnya mengantarkan Aishah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Penyuluh Agama Islam sejak tahun 2023 hingga sekarang. Dalam peran tersebut, ia aktif memberikan pembinaan keagamaan, edukasi sosial, serta pendampingan kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan keagamaan.
Tak hanya menjalankan tugas sebagai ASN, Aishah juga dipercaya sebagai Sekretaris Umum Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD-BKMT) Kabupaten Sikka periode 2024–2029. Melalui organisasi tersebut, ia turut berkontribusi dalam memperkuat peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat.
Kontribusi nyata Aishah terlihat dari keterlibatannya dalam pengembangan majelis taklim di wilayah Kecamatan Paga melalui wadah BKMT Kabupaten Sikka. Baginya, pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan merupakan salah satu cara efektif untuk membangun kualitas kehidupan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.
Menurut Aishah, keberhasilan tidak datang begitu saja, melainkan harus diciptakan melalui keberanian mengambil peluang dan bekerja keras. Pesan tersebut ia sampaikan kepada generasi muda yang tengah mempersiapkan masa depan mereka.
"Kesempatan itu kita yang menciptakan. Jadi ambil kesempatan itu, jangan tunda," pesannya.
Sebagai alumni, Aishah juga menaruh harapan besar terhadap almamater tercinta. Ia berharap UNISMA terus berkembang menjadi kampus terbaik yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama di Indonesia maupun dunia.
"Semoga UNISMA menjadi kampus terbaik dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat NU di seluruh Indonesia bahkan dunia melalui para alumni dan seluruh civitas akademikanya," ungkapnya.
Di akhir wawancara, Aishah mengajak seluruh alumni UNISMA untuk terus memberikan kontribusi positif di bidang masing-masing dan menjadi pribadi terbaik dalam setiap langkah kehidupan.
"Mari sama-sama menjadi yang terbaik di setiap langkah kita," tutupnya.
Perjalanan Aishah BT Takdir menunjukkan bahwa semangat belajar, pengalaman organisasi, dan dedikasi untuk masyarakat dapat menjadi modal penting dalam membangun karier sekaligus memberikan manfaat bagi sesama. Kiprahnya menjadi bukti bahwa alumni UNISMA mampu hadir dan berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

