Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswi Polbangtan Malang Ubah Limbah Urine Kelinci Jadi Pupuk Organik Cair

Komitmen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman kembali diwujudkan melalui karya mahasiswa.

TIMES Indonesia,
Mahasiswi Polbangtan Malang Ubah Limbah Urine Kelinci Jadi Pupuk Organik Cair
Mahasiswi Polbangtan Malang kembangkan Bio-R Tri Guard, ubah limbah urine kelinci menjadi pupuk organik cair multifungsi.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Komitmen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman kembali diwujudkan melalui karya mahasiswa. Salah satu mahasiswi Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), Erlinda Dwi Lestari, berhasil mengembangkan Bio-R Tri Guard, pupuk organik cair (POC) berbasis urine kelinci yang berfungsi sebagai dekomposer sekaligus biopestisida ramah lingkungan.

Inovasi tersebut dipresentasikan dalam Ujian Komprehensif sebagai bagian dari penelitian tugas akhir mahasiswa. Produk Bio-R Tri Guard lahir dari pemanfaatan limbah urine kelinci yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi menjadi bahan baku pupuk organik bernilai ekonomi.

Advertisement

Dalam penelitiannya, Erlinda mengombinasikan urine kelinci dengan air kelapa, air cucian beras, molase, serta konsorsium bakteri Bacillus subtilis, Bacillus thuringiensis, dan Pseudomonas sp. melalui proses fermentasi. Hasilnya adalah pupuk organik cair multifungsi yang tidak hanya mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman, tetapi juga berpotensi menjadi agen pengendali hayati yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida sintetis.

Hasil penelitian menunjukkan formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan konsorsium bakteri sebanyak 2 persen. Formulasi tersebut menghasilkan kandungan nitrogen (N) sebesar 3,55 persen, fosfor (P) sebesar 2,41 persen, dan kalium (K) sebesar 2,22 persen dengan total mikroba hidup mencapai 1,58 × 10⁸ CFU/mL. Nilai tersebut telah memenuhi standar mutu minimum pupuk organik cair berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 261 Tahun 2019.

Polbangtan Malang

Tidak hanya itu, Bio-R Tri Guard juga menunjukkan potensi sebagai biopestisida alami. Dalam pengujian laboratorium, aplikasi produk mampu menyebabkan mortalitas larva ulat daun (Plutella xylostella) hingga mencapai 100 persen dalam waktu 72 jam. Temuan ini membuka peluang pengembangan produk pertanian yang tidak hanya mendukung produktivitas tanaman, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Saya melihat urine kelinci bukan sekadar limbah peternakan, tetapi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat besar bagi pertanian," ujarnya.

Advertisement

Melalui Bio-R Tri Guard, Erlinda ingin membuktikan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sebagai pupuk organik sekaligus biopestisida ramah lingkungan.

"Harapannya, inovasi ini dapat menjadi solusi bagi petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Program Studi PPKH Polbangtan Malang yang menjadi dosen penguji, Kartika Budi Utami menilai penelitian tersebut menjadi contoh nyata bagaimana riset terapan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian dan peternakan.

Menurut dia, inovasi mahasiswa seperti Bio-R Tri Guard membuktikan bahwa riset terapan di perguruan tinggi vokasi mampu menghasilkan solusi nyata bagi sektor pertanian.

"Produk ini tidak hanya menjawab persoalan limbah peternakan, tetapi juga membuka peluang pengembangan pupuk dan biopestisida berbasis sumber daya lokal yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing," jelasnya.

Keberhasilan pengembangan Bio-R Tri Guard sejalan dengan peran Polbangtan Malang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian yang terus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang inovatif, profesional, dan berjiwa wirausaha. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia