Kembali Pimpin RMI NU Banyuwangi, Gus Munib Luncurkan Gerakan Nasional Ayo Mondok Pesantrenku Aman
Langkah taktis RMI NU Banyuwangi ini langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari struktur induk organisasi.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Dr. KH. Ahmad Munib Syafa'at, Lc, MEI, atau yang akrab disapa Gus Munib, resmi kembali menakhodai Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Banyuwangi, Jawa Timur, untuk periode 2026-2031. Prosesi pengukuhan yang digelar di Aula Kampus 2 Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, berlangsung spesial dan khidmat.
Menandai awal masa kepemimpinan, Gus Munib bergerak cepat dengan langsung meluncurkan (launching) Gerakan Nasional "Ayo Mondok Pesantrenku Aman” dan “Anti-Kekerasan".
Momen sakral ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H. Ahmad Turmudzi, bersama Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fachrudin Manan beserta jajaran pengurus harian. Tak kurang dari 250 pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) se-Banyuwangi turut hadir menyaksikan komitmen besar ini.
Suasana aula bergemuruh penuh semangat saat naskah deklarasi gerakan dibacakan secara serentak oleh ratusan kiai dan nyai pengasuh pesantren yang hadir.
“Kami segenap Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Banyuwangi, Siap Menjaga Amanah dan Nama Baik Pesantren. Kami Segenap Pengasuh Pesantren se-Kabupaten Banyuwangi Siap Menjadikan Pesantren Sebagai Tempat Yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan Untuk Belajar Para Santri. Kami Segenap Pengasuh Pesantren se-Kabupaten Banyuwangi Siap Menyukseskan Gerakan Nasional Ayo Mondok (Ayo Mondok, Pesantrenku Keren, Pesantrenku Aman),” bunyi ikrar yang menggema di seluruh ruangan.

Dalam sambutannya, Gus Munib menegaskan bahwa Gerakan Nasional Ayo Mondok sangat krusial untuk digaungkan secara masif. Langkah ini menjadi benteng utama dalam melawan opini publik negatif maupun gerakan sistematis dari pihak-pihak yang ingin menyudutkan serta mendelegitimasi citra luhur pondok pesantren di mata masyarakat.
"Gerakan ini adalah komitmen kita bersama untuk memastikan seluruh pondok pesantren bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang benar-benar aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) serta kekerasan fisik maupun seksual," tegas Gus Munib, Sabtu (6/6/2026).
Tokoh muda NU yang juga menjabat sebagai Rektor UIMSYA Blokagung Banyuwangi ini menambahkan, gerakan tersebut bertujuan memulihkan sekaligus mengembalikan keyakinan penuh para orang tua. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu merasa cemas atau ragu saat menitipkan anak-anak mereka untuk menimba ilmu di pesantren.
Melalui program ini, RMI NU Banyuwangi, mendorong seluruh pengelola pesantren memperketat sistem pengawasan internal, menguatkan pembinaan karakter santri, serta menegakkan Standar Operasional Prosedur (SOP) anti-kekerasan secara ketat.
"Ini sekaligus menegaskan kembali peran historis pesantren sebagai lembaga pendidikan moral, spiritual, dan karakter terbaik yang senantiasa berlandaskan kasih sayang, yakni rahmatan lil 'alamin," imbuhnya dengan penuh optimisme.

Gus Munib memaparkan data objektif untuk meluruskan stigma negatif yang belakangan berkembang luas. Saat ini, di Indonesia terdapat sekitar 42 ribu pondok pesantren yang berkontribusi nyata bagi pendidikan bangsa.
"Dari keseluruhan jumlah tersebut, sesungguhnya yang sempat bermasalah hanya sekitar 16 pesantren saja. Itu pun, 10 pesantren di antaranya masih dipertanyakan ke-pesantrenannya atau belum valid legalitas formalnya sebagai lembaga pesantren," urai Gus Munib.
Oleh sebab itu, demi mengoptimalisasikan Gerakan Nasional "Ayo Mondok Pesantrenku Aman", Gus Munib menekankan pentingnya setiap pesantren untuk segera mengurus kelengkapan legalitas dan izin operasional resmi dari pemerintah. Lebih lanjut, dia juga mengajak seluruh pengasuh pesantren di Bumi Blambangan untuk terus berinovasi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) santri unggul yang mampu bersaing kompetitif dengan alumni sekolah umum maupun kampus formal.
Menurutnya, santri masa kini tidak boleh hanya unggul dalam hal akhlakul karimah dan budi pekerti saja, melainkan wajib kuat dan menguasai ilmu pengetahuan, literasi digital, hingga perkembangan teknologi modern.
Langkah taktis RMI NU Banyuwangi ini langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari struktur induk organisasi. Ketua PCNU Banyuwangi, H. Ahmad Turmudzi, menyatakan dukungannya secara total terhadap Gerakan Nasional "Ayo Mondok Pesantrenku Aman".
Dalam sambutan, dia mengajak seluruh elemen pesantren di Banyuwangi untuk menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat dalam mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat luas.
"Pesantren adalah tempat terbaik bagi anak-anak kita. Mari kita jaga bersama agar masyarakat senantiasa mantap memilih pondok pesantren sebagai kawah candradimuka terbaik untuk masa depan generasi penerus bangsa," tandas Ketua PCNU Banyuwangi.
Untuk menjadi catatan, kepemimpinan Gus Munib dilembaga RMI NU Banyuwangi, dipastikan akan membawa angin segar serta lompatan kemajuan dunia pesantren. Bagaimana tidak, dia adalah wujud kongkrit perpaduan dunia pesantren dan ilmu pengetahuan moderen. Sebagai anggota dewan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, sekaligus Rektor UIMSYA Blokagung Banyuwangi. Tak berhenti disitu, sebelumnya Gus Munib juga pernah menempati jabatan yang sama dengan segudang pencapainnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


