Advertisement
Indonesia Positif

Alumni UB Pimpin SPPG Tlogowaru, Sistem Pengolahan Limbah Berlapis Jadi Percontohan di Kota Malang

Keberhasilan memenuhi standar pengolahan limbah, ditambah kelengkapan perizinan dan sertifikasi yang dimiliki, menjadikan SPPG Tlogowaru sebagai salah satu model pengelolaan dapur MBG yang layak dijadikan percontohan.

TIMES Indonesia,
Alumni UB Pimpin SPPG Tlogowaru, Sistem Pengolahan Limbah Berlapis Jadi Percontohan di Kota Malang
SPPG Tlogowaru Malang menunjukkan prosesi penyaringan limbah dan IPAL. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Di tengah sorotan terhadap pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), SPPG Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang justru menunjukkan standar pengelolaan limbah yang dinilai sangat profesional.

SPPG yang dipimpin oleh Achmad Ferdhian Valensyah, S.Sos, alumni Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2020 dan lulus pada 2024 itu berhasil membangun sistem pengelolaan limbah berlapis yang telah lolos uji laboratorium dan memenuhi baku mutu lingkungan.

Advertisement

Ferdhian menjelaskan, dirinya resmi ditugaskan sebagai Kepala SPPG Tlogowaru pada 21 Oktober 2025. Operasional awal dimulai pada akhir Oktober, namun distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru berjalan efektif pada 1 Desember 2025 setelah pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat pertama beroperasi, SPPG Tlogowaru melayani sekitar 1.500 penerima manfaat dari 10 hingga 15 sekolah. Kini cakupannya meningkat menjadi 22 sekolah dan delapan posyandu dengan total 2.922 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, tenaga kependidikan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

SPPG MBG 2

“Untuk saat ini kami melayani 2.922 penerima manfaat, terdiri dari 2.422 peserta didik, guru dan tenaga pendidik, serta 500 penerima manfaat kategori bumil, busui dan balita,” ujar Ferdhian, Sabtu (6/6/2026).

Selain fokus pada distribusi makanan bergizi, Achmad juga memastikan seluruh aspek legalitas dan standar operasional dipenuhi. SPPG Tlogowaru telah mengantongi berbagai dokumen perizinan dan sertifikasi, mulai dari NIB, PBG, Sertifikat Laik Fungsi (SLF), rekomendasi kesehatan lingkungan, hingga sertifikasi HACCP, ISO 22000 dan ISO 45000.

Advertisement

Namun yang paling menonjol adalah sistem pengelolaan limbah cair yang diterapkan di dapur produksi SPPG Tlogowaru.

*Enam Tahap Penyaringan Sebelum Masuk IPAL*

Ferdhian mengungkapkan, limbah hasil pencucian ompreng dan peralatan dapur tidak langsung masuk ke IPAL. Limbah terlebih dahulu melewati enam ruang penyaringan atau chamber dalam sistem grease trap.

Grease trap berfungsi memisahkan lemak dan minyak dari air limbah. Pada setiap chamber, proses pemisahan berlangsung secara bertahap sehingga lemak dapat tertahan maksimal sebelum air dialirkan menuju instalasi pengolahan limbah.

SPPG MBG 3

“Grease trap ini berfungsi memisahkan air dan lemak. Ada enam chamber yang bekerja secara berlapis. Harapannya ketika masuk ke IPAL, yang mengalir hanya air limbah yang sudah terpisah dari lemak,” jelasnya.

Lemak yang terkumpul kemudian diangkat secara manual secara berkala sehingga tidak mencemari lingkungan maupun mengganggu proses pengolahan berikutnya.

*IPAL Empat Chamber dengan Teknologi Bakteri Pengurai*

Setelah melewati enam tahap penyaringan, air limbah masuk ke IPAL yang terdiri dari empat chamber pengolahan.

Pada chamber pertama, terdapat sistem aerator yang menghasilkan gelembung oksigen untuk mendukung aktivitas bakteri pengurai. Air kemudian dialirkan ke chamber kedua yang berisi sekitar 5.000 bioball sebagai media tumbuh bakteri pengurai.

Proses berlanjut ke chamber ketiga yang menggunakan media sarang tawon sebagai sistem filtrasi sekaligus tempat berkembangnya mikroorganisme pengurai limbah.

Selanjutnya air masuk ke chamber keempat yang kembali dilengkapi sistem aerator untuk memastikan proses penguraian berlangsung maksimal sebelum air dibuang ke lingkungan.

Menurut Ferdhian, sistem tersebut menjadikan IPAL SPPG Tlogowaru sebagai salah satu yang paling lengkap dan paling siap secara teknis dibandingkan sejumlah SPPG lainnya di Kota Malang.

*Lolos Uji Laboratorium*

Keseriusan pengelolaan limbah itu dibuktikan melalui pengujian laboratorium yang dilakukan pada April 2026.

Bermula dari rekomendasi tim DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan pemeriksaan pada 22 April 2026. Tim menyarankan agar air hasil olahan IPAL diuji laboratorium untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar lingkungan.

Keesokan harinya, petugas dari UPT Laboratorium Kesehatan mengambil sampel air limbah untuk diperiksa. Hasil pengujian diterima pada 7 Mei 2026.

Dalam pengujian tersebut, laboratorium memeriksa enam parameter penting, yakni Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Coliform, pH, Total Suspended Solid (TSS), serta kandungan amonia dan nitrogen bebas.

“Hasilnya menunjukkan seluruh parameter sudah sesuai standar baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya.

Dengan hasil tersebut, air yang keluar dari IPAL dinyatakan memenuhi standar lingkungan, tidak menimbulkan bau, serta aman ketika mengalir ke saluran drainase warga.

*Berpotensi Jadi Percontohan*

Keberhasilan memenuhi standar pengolahan limbah, ditambah kelengkapan perizinan dan sertifikasi yang dimiliki, menjadikan SPPG Tlogowaru sebagai salah satu model pengelolaan dapur MBG yang layak dijadikan percontohan.

Di bawah kepemimpinan Achmad Ferdhian Valensyah, alumni muda Universitas Brawijaya, SPPG Tlogowaru tidak hanya fokus menyediakan makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat, tetapi juga menunjukkan bahwa program MBG dapat dijalankan dengan memperhatikan aspek kesehatan lingkungan, keselamatan kerja, dan keberlanjutan secara profesional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia