Kantongi Penjualan Rp1,1 Triliun, PT Itama Ranoraya Tbk Fokuskan Reinvestasi Laba untuk Perluas Jaringan Pasar
Menutup Tahun Buku 2025, PT Itama Ranoraya Tbk (“IRRA”) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Jumat (5/6) di Thematic Function Hall, Gedung ITS Tower, Jakarta.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Menutup Tahun Buku 2025, PT Itama Ranoraya Tbk (“IRRA”) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Jumat (5/6) di Thematic Function Hall, Gedung ITS Tower, Jakarta.
Selain mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025, RUPS kali ini secara resmi menyetujui dan mengesahkan perpindahan alamat kantor pusat Perseroan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi operasional dan penyelarasan lingkungan kerja yang lebih dinamis.
Kini, kantor pusat PT Itama Ranoraya Tbk secara sah berkedudukan di ITS Tower Lantai 21, Jalan Kyai Haji Guru Amin nomor 18, RT 1/RW 1, Kel. Pejaten Timur, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta, 12510.
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp65,53 miliar. Sebesar Rp1 miliar dari total laba tersebut dialokasikan sebagai dana cadangan.
Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp64,53 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan sepenuhnya digunakan sebagai modal kerja Perseroan.
Dana modal kerja ini dipersiapkan untuk memperkuat likuiditas operasional, membiayai rencana pengembangan bisnis strategis, serta mendukung kegiatan ekspansi Perseroan di tahun-tahun mendatang.
Terkait performa keuangan sepanjang tahun buku 2025, Penjualan bersih Perseroan tercatat mencapai Rp1,1 triliun atau meningkat sebesar 12,55% secara year-on-year (YoY).
Langkah efisiensi operasional dan optimalisasi rantai pasok yang konsisten juga berhasil mendorong peningkatan profitabilitas, di mana laba bersih tahun berjalan tumbuh sebesar 23,03% (YoY) menjadi Rp65,53 miIiar dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp53,3 miliar.
Melalui pencapaian ini, net profit margin Perseroan meningkat ke level 5,96%, serta posisi fundamental neraca diperkuat dengan total aset menembus angka Rp2,43 triliun.
Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut ditopang oleh kontribusi dari sejumlah lini bisnis utama Perseroan.
Segmen produk Diagnostik In Vitro menjadi kontributor terbesar dengan mencatatkan angka penjualan senilai Rp693,48 miliar.
Capaian ini disusul oleh segmen Alat Kesehatan Elektromedik Steril yang menyumbang sebesar Rp347,94 miliar, segmen Alat Kesehatan Non-Elektromedik sebesar Rp52,88 miIiar, serta kategori produk kesehatan penunjang lainnya sebesar Rp5,91 miliar.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif mengungkapkan, pertumbuhan pesat industri alat kesehatan mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Selaras dengan kebijakan pemerintah, melalui tema ‘Advancing Care, Transforming Lives,’ kami akan terus memastikan kelancaran distribusi alat kesehatan demi meningkatkan efektivitas perawatan dan akurasi diagnosis di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya.
Untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang serta menyelaraskan dengan dinamika pasar kesehatan di Indonesia, Perseroan menyiapkan tiga pilar strategi utama sepanjang tahun 2026.
Pertama, pada aspek operasional, Perseroan fokus meningkatkan kapasitas penjualan serta memperluas jaringan titik distribusi di berbagai daerah.
Kedua, Perseroan terus memperluas kerjasama strategis, baik melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga pemerintah, maupun membangun kemitraan bersama principal baru untuk memperkuat portofolio produk.
Ketiga, melalui pendekatan komersial, Perseroan memfokuskan bisnis pada penjualan produk Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) milik grup perusahaan sebagai langkah substitusi impor, pengembangan teknologi medis seperti minimally invasive surgery, serta berpartisipasi dalam program kesehatan nasional.
Heru menambahkan bahwa fleksibilitas organisasi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan pasar yang dinamis.
“Kondisi industri saat ini menuntut kami untuk bergerak lebih cepat. Melalui strategi ini, manajemen ingin memastikan Perseroan tidak hanya responsif terhadap peluang baru, tetapi juga memiliki pondasi operasional yang siap menghadapi kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Memasuki paruh pertama tahun 2026, manajemen menegaskan bahwa permintaan terhadap alat kesehatan steril dan alat deteksi penyakit masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Berbekal hasil kinerja tahun buku 2025 serta fundamental keuangan dan modal kapitalisasi yang kuat dari alokasi laba ditahan tersebut, Perseroan optimistis seluruh target operasional dan bisnis tahun ini akan tercapai sesuai rencana.
Perseroan berkomitmen untuk tetap adaptif dalam menyesuaikan dinamika pasar sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


