Viral Pakai Sandal Lusuh ke Sekolah, Tiga Siswa SD di TTS Dapat Bantuan dari Polri
Video tiga siswa SD di Timor Tengah Selatan yang pulang sekolah dengan sandal lusuh dan tas robek viral di media sosial.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Sumba – Sebuah video yang memperlihatkan tiga siswa sekolah dasar berjalan pulang dengan sandal lusuh dan tas sekolah yang telah robek menyentuh hati banyak orang.
Video yang viral di media sosial itu akhirnya mengantarkan bantuan bagi ketiga anak tersebut setelah mendapat perhatian dari jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketiga siswa SD GMIT Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), itu terekam berjalan pulang sekolah dengan perlengkapan yang jauh dari kata layak. Dalam video yang beredar sejak 5 Juni 2026, mereka tampak mengenakan sandal usang, sementara tas sekolah yang dibawa terlihat penuh tambalan akibat kerusakan yang sudah lama.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, yang kemudian memerintahkan jajaran Polres TTS untuk mencari keberadaan ketiga anak tersebut sekaligus memberikan bantuan.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai video yang viral di media sosial.
“Ya, jadi kami mendapat informasi via postingan yang memperlihatkan anak-anak siswa SD yang sedang pulang dari sekolah dengan kondisi perlengkapan sekolah tidak layak. Hal ini menjadi perhatian Bapak Kapolda NTT dan hari itu juga kami kondisikan anak-anak itu untuk diberikan bantuan,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Setelah dilakukan penelusuran, polisi menemukan ketiga anak tersebut, yakni Jumaida Sarlota Hana Kase (10), siswi kelas IV, Angky Gabriel Mateos Kase (8), siswa kelas II, dan Alen Marsela Taifa (10), siswi kelas IV.
Dari hasil dialog dengan mereka, petugas mengetahui alasan sederhana yang membuat ketiganya tidak mengenakan sepatu ke sekolah. Sepatu yang mereka miliki sudah rusak dan tidak lagi layak digunakan.
“Ketika ditanya kenapa tidak menggunakan sepatu ke sekolah, mereka menjawab dengan polos bahwa sepatu mereka sudah robek sehingga tidak dapat dipakai lagi,” tutur Hendra.
Mengetahui kondisi tersebut, pada hari yang sama Kasat Lantas Polres TTS, I Gusti Komang Astina, bersama personel Satlantas mengajak ketiga anak itu beserta orang tua mereka ke kota untuk membeli perlengkapan sekolah baru.
Mereka diberikan kesempatan memilih sendiri sepatu, tas, dan kebutuhan sekolah lainnya yang selama ini sulit dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Tentu dengan bantuan ini, senyum mengembang di wajah mereka saat mencoba sepatu baru serta perlengkapan lainnya menjadi gambaran betapa hal kecil dapat menghadirkan kebahagiaan besar bagi seorang anak,” kata Hendra.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar memberikan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan agar anak-anak tetap memiliki semangat belajar dan terus mengejar cita-cita mereka.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak, terutama di wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, akan terus menjadi perhatian Polri.
“Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun daerah dan bangsa ini. Jadi tugas kita bersama adalah memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Di Desa Oelbubuk, kebahagiaan tampak jelas dari wajah ketiga anak dan keluarga mereka. Bagi orang tua, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat yang tersalurkan melalui media sosial dapat menghadirkan perubahan nyata.
“Ini menjadi bukti bahwa di balik seragam sederhana dan langkah kaki yang dulu tanpa sepatu tersimpan mimpi-mimpi besar yang layak diperjuangkan bersama. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Polri,” ujar salah seorang orang tua.
Kisah tiga siswa SD di pelosok Timor Tengah Selatan itu menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, sepasang sepatu baru dan sebuah tas sekolah yang layak dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus melangkah meraih masa depan yang lebih baik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


