Advertisement
Indonesia Positif

Dari Desa Jadi TKW, Unira Malang Diskusi Perempuan dan Paradoks Tata Kelola Ketenagakerjaan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang menggelar Seminar Pekan Riset, bertema “Dari Desa ke Luar Negeri: Perempuan dan Paradoks Kebijakan Tata Kelola Ketenagakerjaan,” di Gedung D UNIRA Malang.

TIMES Indonesia,
Dari Desa Jadi TKW, Unira Malang Diskusi Perempuan dan Paradoks Tata Kelola Ketenagakerjaan
Pemaparan narasumber dalam seminar yang dilangsungkan FISIP UNIRA Malang, Senin (8/6/2026). (Foto: Amin/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang menggelar Seminar Pekan Riset, bertema “Dari Desa ke Luar Negeri: Perempuan dan Paradoks Kebijakan Tata Kelola Ketenagakerjaan,” di Gedung D UNIRA Malang, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni, Tri Darmawan Sambodho, S.Kom. dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Lutfiatuszuhro, M.Psi., psikolog selaku Direktur Pusat Laboratorium dan Layanan Psikologi (PL2P) FISIP UNIRA Malang, serta Dr. Sri Handayani, M.AP, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIRA Malang.

Advertisement

Rektor UNIRA Malang Imron Rosyadi Hamid, M.Si., Ph.D. menyampaikan, isu pekerja migran perempuan merupakan salah satu tantangan sosial yang membutuhkan perhatian serius dari kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat secara bersama-sama.

"Pekerja migran adalah persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Perguruan tinggi tentu tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari proses perubahan sosial," ujar Imron.

Rektor juga menegaskan komitmen UNIRA Malang untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dekan FISIP UNIRA Malang, Husnul Hakim Sy., M.H. menyoroti fenomena tingginya migrasi tenaga kerja perempuan asal Kabupaten Malang. Menurutnya, ini merupakan sebuah paradoks kebijakan pembangunan dan ketenagakerjaan.

Husnul Hakim
Dekan FISIP UNIRA Malang, Husnul Hakim Sy., M.H. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

“Berbicara tentang perempuan pekerja migran, sesungguhnya itu tentang perjalanan yang penuh paradoks. Negara memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari remitansi pekerja migran. Namun, di saat yang sama banyak perempuan harus meninggalkan keluarga dan kampung halaman, karena keterbatasan kesempatan kerja yang tersedia di daerah asal,” ujarnya.

Data yang dipaparkan dalam seminar menunjukkan, bahwa Kabupaten Malang masih menjadi salah satu kantong utama pengirim pekerja migran di Jawa Timur. 

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 8.325 pekerja migran Indonesia (PMI) berasal dari Kabupaten Malang, dengan 7.435 di antaranya adalah perempuan. Sementara pada tahun 2024 jumlah PMI mencapai 10.289 orang, dimana 9.339 merupakan perempuan. 

Bahkan hingga awal Juni 2026, dari 1.929 PMI yang telah berangkat, sebanyak 1.553 orang merupakan perempuan.

“Angka ini menunjukkan bahwa migrasi tenaga kerja dari Kabupaten Malang sangat didominasi perempuan. Pertanyaannya, mengapa ketika pembangunan desa terus digaungkan, lapangan kerja lokal masih belum cukup mampu menahan perempuan desa bekerja meninggalkan kampung halamannya?” tandas Husnul. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia