Bupati Jember Sebut MBG Dongkak Harga Jeruk Lokal hingga Rp15 Ribu
Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Nanik Sudaryati Deyang sebagai Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) beserta jajaran Wakil Ketua BGN yang baru.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Nanik Sudaryati Deyang sebagai Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) beserta jajaran Wakil Ketua BGN yang baru.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan baru yang memiliki integritas tinggi dan rekam jejak yang solid ini, BGN akan mampu berlari kencang.
Terlebih, rekam jejak kepemimpinan BGN selama beberapa bulan hingga setahun terakhir terbukti sangat konsisten dan ketat dalam mengawal standardisasi dapur Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPMB) di seluruh daerah.
Dalam keterangannya, Fawait menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki dimensi dampak yang jauh lebih luas dari sekadar pemenuhan nutrisi anak.
"Bagi kami di daerah, ini adalah program makro yang mampu mendorong perputaran ekonomi secara masif di tingkat penunjang, khususnya di pedesaan dan sektor akar rumput," ujar Fawait, Senin (8/6/2026).
Program ini dinilai memberikan jaminan pasar bagi para petani lokal.
Dengan adanya standardisasi baku dari BGN, produk-terminal dari petani, peternak, dan nelayan lokal akan langsung diserap oleh dapur-dapur SPMB dengan harga yang layak dan stabil.
Hal ini sekaligus memutus rantai tengkulak yang selama ini kerap memainkan harga komoditas pangan di tingkat daerah.
Fawait memberikan gambaran konkret mengenai efek multiplier dari program ini.
Jika ke depan Kabupaten Jember mengoperasikan sekitar 400 dapur SPMB di berbagai titik, maka potensi perputaran uang yang masuk langsung ke perdesaan di Jember diperkirakan bisa mencapai Rp4,6 triliun.
"Selama ini, perputaran uang APBN atau pusat seringkali mandek di Jakarta—bisa sampai 70 persen lebih. Dengan program MBG ini, terjadi pemerataan anggaran yang nyata ke daerah-daerah. Uang triliunan rupiah itu akan berputar di Jember, menghidupkan pelaku UMKM, meningkatkan pendapatan petani, hingga berdampak langsung pada kesejahteraan buruh tani," tambahnya.
Salah satu bukti nyata yang mulai terlihat adalah pergerakan harga pada komoditas jeruk di wilayah Jember Barat yang dikenal sebagai salah satu sentra jeruk nasional.
Jika dulu harga jeruk di tingkat petani kerap anjlok di angka Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, kini berkat adanya kepastian pasar dan stabilitas dari program MBG, harganya mampu merangkak naik dan stabil di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
Stabilitas harga ini secara otomatis mendongkrak rasa percaya diri dan taraf hidup para petani.
Selain dampak ekonomi, Pemkab Jember juga berkomitmen penuh memastikan cita-cita luhur Presiden Prabowo dalam mencetak generasi emas dapat terealisasi secara inklusif.
Target-target krusial, mulai dari pemenuhan gizi anak-anak sekolah yang selama ini kerap berangkat dengan perut kosong, hingga pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui, akan terus dikebut.
"Kita tahu masih banyak anak-anak kita yang terpaksa sekolah tanpa sarapan, sehingga belajarnya tidak optimal. Ini yang harus kita selesaikan. Kami di daerah siap pasang badan, membantu pemerintah pusat untuk memperluas cakupan penerima manfaat sesuai amanat Presiden," tegas Fawait.
Mengenai adanya kekurangan atau kendala teknis yang mungkin masih ditemukan dalam masa transisi program ini, Pemkab Jember menganggap hal tersebut sebagai tanggung jawab bersama.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk aktif ikut serta mengawasi, mengevaluasi, dan menyempurnakan jalannya operasional di lapangan.
"Kami siap bersinergi penuh dengan BGN di bawah kepemimpinan Ibu Nani. Jember siap menjadi role model daerah yang sukses mengawinkan sukses gizi nasional dan sukses kedaulatan ekonomi petani," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


