Advertisement
Indonesia Positif

FILKOM UB Tekankan Pentingnya Etika Pengabdian bagi Mahasiswa

Dosen FILKOM UB Dr. Tibyani, S.T., M.T. mengingatkan 793 mahasiswa peserta MMD FILKOM UB 2026 untuk menjaga etika, kesantunan moral, dan kelestarian lingkungan di desa pengabdian.

TIMES Indonesia,
FILKOM UB Tekankan Pentingnya Etika Pengabdian bagi Mahasiswa
Pelaksanaan Pembekalan ke 1 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) FILKOM yang digelar di Gedung Auditorium FILKOM UB. (FOTO: PSIK Filkom for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Etika dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam menjalani program pengabdian menjadi sorotan utama Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Dr. Tibyani, S.T., M.T. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Pembekalan ke-1 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) FILKOM yang digelar di Gedung Auditorium FILKOM UB, Jumat (5/6/2026).

Dalam pemaparannya, Tibyani menjelaskan urgensi menjaga etika bermasyarakat secara luhur selama berinteraksi dengan warga lokal di lokasi pengabdian. Menurutnya, kemampuan di bidang teknologi informasi harus diimbangi dengan kepekaan sosial serta sikap santun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Advertisement

"Kecerdasan intelektual tidak akan memiliki nilai apabila tidak diimbangi oleh kepekaan moral dan kesantunan perilaku," ujarnya.

Ia menekankan agar mahasiswa mampu merendahkan hati, menghormati adat istiadat setempat, serta aktif mendengarkan keluh kesah warga demi terciptanya harmonisasi hubungan yang tulus.

Selain aspek sosial, Tibyani juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Kontribusi mahasiswa menurutnya tidak boleh hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pengabdian.

"Mahasiswa tidak boleh terfokus pada gadget saja, tetapi harus menyentuh kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan hidup," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan bahwa kepedulian ekologis dapat dilakukan melalui aksi nyata yang sederhana namun memiliki manfaat jangka panjang. Beberapa di antaranya seperti mengedukasi warga mengenai manajemen pengelolaan sampah (waste management), menginisiasi program penghijauan desa, hingga menjaga kebersihan fasilitas umum.

Advertisement

Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan dapat meninggalkan jejak perubahan yang positif, asri, dan berkelanjutan di lokasi pengabdian.

"Melalui ini, kehadiran mahasiswa FILKOM UB dapat membawa perubahan positif," pungkasnya.

Sebagai informasi, program MMD FILKOM UB tahun ini akan memberangkatkan 793 mahasiswa aktif yang terbagi ke dalam 57 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 13 hingga 15 mahasiswa yang bertugas mengawal empat jenis pilar aktivitas utama. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia