Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa Polinema Malang Kampanyekan Sustainable Tourism Melalui TACE 2026

Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata Politeknik Negeri Malang (Polinema) memilih mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan melalui penyelenggaraan Tourism and Culinary Expo (TACE) 2026.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Polinema Malang Kampanyekan Sustainable Tourism Melalui TACE 2026
Salah satu booth jualan di kegiatan TACE 2026 yang menggunakan daun pisang dan kemasan ramah lingkungan. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Langkah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui aksi bersih-bersih atau menanam pohon. Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata Politeknik Negeri Malang (Polinema) memilih mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan melalui penyelenggaraan Tourism and Culinary Expo (TACE) 2026  yang mengusung konsep sustainable tourism, Selasa (9/6/2026). 

Dosen pembimbing kegiatan tersebut, Tri Astuti Handayani menjelaskan bahwa kegiatan bazar yang digelar tersebut dikonsep untuk mengajarkan sustainable tourism melalui pengenalan kuliner khas daerah yang dikemas secara rapi menggunakan bahan organik atau tanpa menggunakan plastik. 

Advertisement

“Kami mengangkat tema sustainable tourism, yaitu meminimalisir sampah plastik dimana mahasiswa dalam membungkus jualan mereka paper based packaging, ada juga yang menggunakan daun pisang,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa maupun pengunjung. 

Salah satu booth jualan 2

Komitmen dalam mewujudkan pelestarian lingkungan dalam bazar ini juga terlihat melalui dekorasi acara yang memanfaatkan kardus bekas sebagai bahan utama sehingga mengurangi penggunaan material sekali pakai. 

“Ornamen yang digunakan untuk dekorasi disini didorong menggunakan kardus bekas, jadi meminimalisir penggunaan bahan dekorasi sekali pakai,” imbuhnya. 

Advertisement

Selain itu, peserta juga didorong untuk membawa tumblr pribadi yang dapat diisi kembali melalui galon yang disediakan oleh panitia. 

“Kami juga mendorong mahasiswa untuk membawa tumblr sendiri supaya dapat mengurangi penggunaan botol sekali pakai,” tambahnya.

Tri menambahkan bahwa aksi ini tidak hanya diterapkan dalam kegiatan expo saja, tetapi juga dalam kehidupan mahasiswa di kampus. 

Salah satu booth jualan 3

Selain bazar kuliner, Tourism and Culinary Expo 2026 juga menghadirkan fashion show dan berbagai pertunjukan seni yang seluruhnya melibatkan mahasiswa.

Ia berharap bahwa kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik di lingkungan kampus dapat terus diterapkan. Tak perlu aksi besar, sivitas akademika kampus dapat memulai melalui langkah kecil seperti menggunakan tumblr air minum atau mengurangi penggunaan plastik yang berlebihan. 

“Saya rasa ini bisa juga dimasukkan dalam mata kuliah sustainable tourism supaya bisa tetap melestarikan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia