Transformasi UKS/M, Garda Terdepan Cetak Generasi Banyuwangi Sehat dan Berkarakter
Melalui transformasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) UKS/M, lembaga pendidikan kini didorong untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi kesehatan generasi muda.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Satuan pendidikan kini tidak lagi hanya dituntut mencetak siswa yang berprestasi secara akademik. Melalui transformasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) UKS/M, lembaga pendidikan kini didorong untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi kesehatan generasi muda, sekaligus fondasi utama dalam membentuk remaja Banyuwangi yang tidak hanya sehat, tetapi juga berkarakter kuat.
Komitmen progresif ini ditandai dengan terselenggaranya Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina UKS/M Tingkat Kabupaten, pada Rabu (10/6/2026) di Ruang Minakjinggo Setda Banyuwangi. Melalui langkah ini, UKS/M tidak lagi sekadar menjadi "ruang istirahat" bagi siswa yang sakit, melainkan bertransformasi menjadi pusat edukasi hidup sehat yang aktif.
Rakor ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis. Mulai dari jajaran dinas seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dispendik), Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Selain itu, hadir pula perwakilan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bagian Hukum, dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, serta Rektor Uniba Banyuwangi.
Tak ketinggalan, TP PKK, Ketua Tim Pembina UKS/M Kecamatan, hingga Kepala Puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi juga turut menyukseskan agenda ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., menegaskan bahwa penguatan, UKS/M merupakan investasi strategis jangka panjang untuk mencetak generasi Banyuwangi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi.
Menurutnya, keberhasilan transformasi UKS/M membutuhkan sinergi yang kuat antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah.
"Semoga upaya ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Banyuwangi sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," jelas Suyanto, Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan pentingnya transformasi UKS/M dari sekadar kegiatan seremonial menjadi sistem perlindungan kesehatan yang proaktif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Melalui transformasi ini, sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini masalah kesehatan remaja.
Dimana ,masih kata Amir, masalah kesehatan pada remaja masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan. Sejumlah masalah utama yang masih terus membayangi di antaranya adalah anemia, masalah gizi, kesehatan mental, rendahnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta tingginya angka pernikahan dini.
"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara sektor kesehatan, pendidikan, keagamaan. Termasuk di tingkat pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal," tegas pria yang juga menjabat sebagai Plt Bappeda Banyuwangi.
Sehingga penguatan UKS/M juga akan mendukung sejumlah program prioritas pemerintah. Salah satunya percepatan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik serta peningkatan kepatuhan konsumsi TTD untuk mencegah anemia pada remaja putri.
Dalam sesi monitoring dan evaluasi tersebut, perwakilan dari Dispendik, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Banyuwangi, serta Kemenag Banyuwangi bergantian memaparkan kondisi di lapangan. Masing-masing instansi menyampaikan capaian, tantangan, hingga perkembangan terkini pelaksanaan UKS/M di tiap satuan pendidikan.
Berbagai tantangab atau kendala yang masih ditemui di lapangan itu juga turut dibahas sebagai bahan penyusunan strategi perbaikan ke depan.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah penguatan implementasi Trias UKS yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat. Ketiga aspek ini harus berjalan beriringan agar budaya hidup sehat benar-benar melekat dalam keseharian para siswa.
Forum juga menekankan pentingnya penguatan Gerakan Sekolah Sehat Sehati (Sehat Kini dan Nanti). Program ini diharapkan mampu membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah sekaligus memperkuat ketahanan fisik dan mental peserta didik.
Melengkapi rangkaian kegiatan, narasumber dari Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Thomas AD Saifudin, S.E., menyampaikan materi tentang penguatan kelembagaan Tim Pembina UKS/M dalam optimalisasi sekolah sehat.
Pihaknya menekankan pentingnya revitalisasi Tim Pembina UKS/M di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga satuan pendidikan melalui tata kelola yang terencana, terorganisir, dan terintegrasi. Penguatan koordinasi lintas sektor, penyusunan program kerja yang terukur, serta optimalisasi pelaksanaan Trias UKS/M dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada peserta didik serta mewujudkan generasi Banyuwangi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
"Ditengah tantangan meningkatnya persoalan kesehatan remaja dan perubahan sosial yang semakin kompleks, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang aman yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi masa depan anak-anak Banyuwangi sejak dini," tutur Thomas. (*)
Pewarta : Anggara Cahya
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


