Advertisement
Indonesia Positif

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Siap Suplai Kebutuhan Medis RSMA

Pimpinan pusat Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026).

TIMES Indonesia,
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Siap Suplai Kebutuhan Medis RSMA
Muhammadiyah akan membangun pabrik infus dan siap suplai kebutuhan medis RSMA. (FOTO: Humas UMM for TI)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pimpinan pusat Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026). Pembangunan ini berada di kawasan lahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan luas sekitar tiga hektare. 

Peresmian proyek strategis ini diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., yang didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A.

Advertisement

Prof. Haedar menjelaskan bahwa pendirian pabrik infus ini merupakan manifestasi dari ekosistem umat dan bangsa. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial.

Jajaran petinggi Muhammadiyah dalam kegiatan groundbreaking pembangunan pabrik infus. (FOTO: Humas UMM for TI)
Jajaran petinggi Muhammadiyah dalam kegiatan groundbreaking pembangunan pabrik infus. (FOTO: Humas UMM for TI)

“Ini bukan hanya untuk Muhammadiyah, tetapi bangsa. Bisnis yang kami bangun adalah untuk manfaat umat,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, tetapi juga muamalah dalam tata kehidupan sosial. Maka dari itu, keterlibatan Muhammadiyah diniatkan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat.

Pabrik ini ditargetkan akan beroperasi mulai tahun 2027. Prof. Haedar menambahkan, ini adalah salah satu bentuk dukungan dalam menyongsong Indonesia emas 2045. Ia pun menegaskan bahwa potensi ekonomi Indonesia jangan sampai direbut oleh pihak lain.

Advertisement

“Muhammadiyah selalu di jalur seperti ini, oleh karenanya saya yakin akan selalu bertemu dengan spirit pemerintahan yang sekarang,” imbuhnya. 

Melansir dari web resmi muhammadiyah, Prof. Haedar menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini sebagai langkah Muhammadiyah untuk membangun sirkulasi ekonomi yang dapat menyuplai kebutuhan medis bagi 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA).

“Melalui pabrik infus ini, kami dapat menyuplai infus bagi rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia