Perkuat Reputasi Internasional dan Akademik, FIA UB Jalani Asesmen LAMSPAK
FIA Universitas Brawijaya menggelar asesmen lapang program studi Magister Administrasi Publik (MAP) oleh asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) pada Senin (8/6/2026).
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya menggelar asesmen lapang program studi Magister Administrasi Publik (MAP) oleh asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) pada Senin (8/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, FIA UB memaparkan bahwa MAP telah mengantongi akreditasi internasional AQAS dan akreditasi nasional, sekaligus memiliki rekam jejak pengembangan akademik selama hampir 30 tahun.
Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa MAP konsisten dalam mengembangkan kolaborasi internasional melalui program double degree bersama perguruan tinggi di beberapa negara, serta kegiatan penelitian dan pengabdian lintas negara.
“MAP FIA UB tidak hanya berfokus pada penguatan pembelajaran tingkat magister, tetapi juga terus menjalin kolaborasi melalui program double degree dengan Australia dan Jepang hingga penelitian dan pengabdian lintas negara,” ujarnya dalam sambutan.
Komitmen internasionalisasi tersebut semakin diperkuat dengan ekosistem akademik FIA UB didukung oleh ratusan kerja sama tridharma, laboratorium tematik lintas departemen, serta sumber daya akademik yang kuat. Dengan dukungan dosen, guru besar, pusat penelitian, dan sistem penjaminan mutu terintegrasi.
Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pendidikan administrasi publik harus mampu mendorong transformasi birokrasi berbasis teknologi dan inovasi pada era disrupsi ini.
“Harapan saya MAP tidak hanya mendidik mahasiswa, tetapi juga dapat mendorong kualitas birokrasi Indonesia,” harapnya.
FIA UB dinilai terus mendorong inovasi melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan dan riset kebijakan publik guna mendukung analisis berbasis data yang lebih akurat dan adaptif terhadap tantangan global.
Asesor LAMSPAK, Prof. Dr. Muhammad Yunus, M.A., juga menyampaikan bahwa asesmen ini bertujuan untuk mengkonfirmasi data sekaligus memastikan kesesuaian implementasi di lapangan.
Sedangkan, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., memandang asesmen sebagai ruang akademik kolegial untuk bertukar perspektif dan memperkuat kualitas program studi melalui masukan konstruktif.
FIA UB juga menonjolkan penguatan budaya mutu melalui implementasi Outcome Based Education(OBE), evaluasi capaian pembelajaran lulusan, monitoring akademik berkelanjutan, serta pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal.
Tidak lupa, penguatan kultur riset juga dilakukan demi memberikan dampak melalui kolaborasi mahasiswa dalam penelitian kolaboratif, hibah kompetitif, publikasi ilmiah bereputasi, hingga pengembangankajian administrasi publik berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi kapasitas FIA UB dalam membangun pendidikan administrasi publik yang berorientasi pada kualitas, kolaborasi internasional, serta dampak nyata terhadap tata kelola pemerintahan di Indonesia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


