Edukasi Kesehatan dr Dhelya: Lima Kesalahan Mendasar Skincare yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar
Di era media sosial, informasi soal perawatan kulit (skincare) ada di mana-mana: tutorial singkat, endorsement seleb hingga tren produk yang cepat viral.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Di era media sosial, informasi soal perawatan kulit (skincare) ada di mana-mana: tutorial singkat, endorsement seleb hingga tren produk yang cepat viral.
Sayangnya, arus informasi itu kadang membuat kita mengadopsi kebiasaan yang kelihatannya logis namun sebenarnya berisiko bagi kesehatan kulit.
Menurut dr Dhelya, dokter yang aktif memberikan edukasi seputar dermatologi dasar, kunci kulit sehat bukan banyaknya produk, melainkan pemilihan yang tepat, cara pakai yang benar, dan konsistensi.
Berikut lima kesalahan basic skincare yang paling sering ditemui - dan bagaimana memperbaikinya.
1. Terlalu Sering Mencuci Wajah
Banyak orang berpikir semakin sering mencuci wajah, semakin bersih kulit. Padahal, pencucian berlebihan bisa merusak skin barrier-lapisan pelindung alami kulit-dan menghilangkan minyak esensial yang menjaga kelembapan.
Dampak yang sering muncul: kulit kering, sensitif, dan justru produksi minyak berlebih sebagai kompensasi.
Rekomendasi praktis:
- Cuci muka dua kali sehari, pagi dan malam.
- Tambahkan pembersihan setelah aktivitas berat atau berkeringat.
- Gunakan pembersih yang lembut, pH seimbang, dan hindari sabun batang yang mengeringkan.
2. Tidak Menggunakan Sunscreen Tiap Hari
Salah satu kesalahan paling umum: memakai sunscreen hanya saat cuaca cerah atau saat bepergian jauh. Padahal, paparan sinar UV terjadi setiap hari - termasuk saat mendung atau ketika berada di dekat jendela kantor.
Paparan kumulatif sinar UV menjadi penyebab utama penuaan dini, hiperpigmentasi, dan berkontribusi pada risiko kanker kulit.
Rekomendasi praktis:
- Gunakan sunscreen setiap pagi dengan SPF minimal 30; ulangi sesuai instruksi produk bila terkena keringat atau air.
- Pilih broad‑spectrum untuk perlindungan UVA dan UVB.
- Aplikasikan sekitar 2 mg/cm² kulit wajah (cukup banyak - setara 1/4 sendok teh untuk wajah) agar efektif.
3. Menggunakan Terlalu Banyak Produk Sekaligus
Niat ingin cepat mendapatkan hasil sering mendorong orang mencoba banyak produk aktif sekaligus - retinol, AHA/BHA, vitamin C, niacinamide, dan lain-lain dalam satu rutinitas.
Kombinasi berlebihan meningkatkan risiko iritasi, kemerahan, dan membuat sulit menentukan produk mana yang memberi manfaat atau masalah.
Rekomendasi praktis:
- Mulai dari dasar: pembersih, pelembap, sunscreen.
- Tambahkan satu produk aktif baru setiap 2–4 minggu untuk mengevaluasi toleransi.
- Bila ingin memakai beberapa bahan aktif, belajar kombinasi yang aman (mis. vitamin C pagi, retinol malam) atau minta saran dokter/ahli kulit.
4. Sering Berganti-ganti Skincare karena Tren
Tren produk viral di media sosial mendorong banyak orang untuk terus ganti produk. Padahal, produk yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kulit kita.
Terlalu sering berpindah membuat evaluasi efektivitas tidak valid dan meningkatkan risiko iritasi atau memperburuk kondisi kulit.
Rekomendasi praktis:
- Beri waktu minimal 6–8 minggu untuk menilai efek sebuah produk pada kulit.
- Catat perubahan (positif dan negatif) saat mencoba produk baru.
- Prioritaskan produk dengan bahan baku yang jelas dan klaim yang didukung penelitian.
5. Mengabaikan Pelembap karena Merasa Kulit Berminyak
Salah kaprah umum adalah menghindari pelembap jika kulit terasa berminyak. Faktanya, semua jenis kulit membutuhkan hidrasi.
Melewatkan pelembap justru bisa merusak skin barrier, memicu iritasi, dan memaksa kulit memproduksi lebih banyak minyak.
Rekomendasi praktis:
- Pilih pelembap yang sesuai jenis kulit: gel atau lotion ringan untuk kulit berminyak, krim untuk kulit kering.
- Cari bahan seperti hyaluroniat, ceramide, atau niacinamide untuk memperkuat barrier.
- Gunakan pelembap setelah pembersihan dan serum agar hidrasi terunci.
Kulit yang sehat tidak diukur dari banyaknya produk yang digunakan, melainkan dari pemilihan produk yang sesuai, penggunaan yang tepat, dan konsistensi.
"Bila masalah kulit menetap atau memburuk - misalnya jerawat berat, kemerahan menahun atau reaksi alergi - konsultasikan ke dokter kulit agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat," ujar dr Dhelya.
Contoh rutinitas sederhana (untuk sebagian besar kulit):
- Pagi: pembersih lembut, serum (opsional), pelembap ringan, sunscreen SPF 30+.
- Malam: pembersih, produk aktif bila perlu (retinol/AHA sesuai toleransi), pelembap.
"ingat bahwa perubahan kulit butuh waktu. Hindari solusi instan, baca label, dan utamakan kesehatan kulit jangka panjang daripada tren sesaat." tambah dr Dhelya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

