Silaturahmi Lintas Daerah, Belajar dari Pengabdian Satu Abad Pesantren Internasional Kauman
Pesantren Internasional Kauman Padang Panjang menerima studi tiru Ponpes Mu’allimin Bangkinang, berbagi strategi pengelolaan, kemandirian ekonomi, dan penguatan pendidikan Islam.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PADANG PANJANG – Memasuki usia yang hampir genap satu abad, Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus menjadi rujukan dalam dunia pendidikan Islam.
Pada Jumat (12/6/2026), lembaga legendaris ini menerima kunjungan silaturahmi dan studi tiru dari Pondok Pesantren Mu'allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota, Riau.
Rombongan yang beranggotakan 10 orang dipimpin langsung oleh Mudir Pesantren beserta jajaran Badan Pembina Pesantren. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Mudir Pesantren Internasional Kauman, Dr. Derliana, MA, beserta seluruh jajaran pimpinan.
Dalam kesempatan tersebut juga digelar diskusi dan berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan lembaga.
Dalam sambutannya, Dr. Derliana menyampaikan rasa syukur dan terhormat atas kepercayaan yang diberikan. “Kami merasa bersyukur dan terhormat dipilih sebagai tempat studi tiru. Semoga silaturahmi ini menjadi ladang keberkahan dan ilmu yang bermanfaat bagi kedua lembaga dalam melangkah menyongsong masa depan pendidikan,” ujarnya.

Ia memaparkan secara rinci berbagai aspek pengembangan pesantren yang telah dijalankan selama ini, mulai dari penerapan kurikulum yang memadukan ilmu agama dan umum, pengkajian kitab klasik serta materi modern, hingga strategi pembiayaan mandiri dan pengembangan unit ekonomi sebagai penopang kemandirian lembaga.
Paparan tersebut mendapatkan perhatian khusus dari rombongan tamu, yang semakin mengagumi perjalanan panjang pesantren yang kini mulai menyentuh usia satu abad pengabdian.
Suasana diskusi berlangsung akrab dan terbuka, di mana kedua pihak saling bertukar pandangan serta membahas tantangan dan peluang mengelola pesantren di tengah arus zaman yang terus berkembang.

Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Mu'allimin Muhammadiyah Bangkinang, Drs. M. Yunus Amran, menyampaikan terima kasih yang mendalam. “Kami membawa banyak wawasan berharga, terutama bagaimana mengelola pesantren secara profesional namun tetap kokoh memegang nilai-nilai tradisi keislaman. Semua ini akan kami pelajari dan sesuaikan untuk diterapkan di lembaga kami,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama di depan gedung utama pesantren. Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan antar lembaga Muhammadiyah serta menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas dalam memajukan dunia pendidikan Islam di Sumatera, menyongsong masa depan yang lebih gemilang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


