Advertisement
Indonesia Positif

Bakesbangpol Banyuwangi Perkuat Peran Tokoh Lintas Agama Jadi Benteng Sosial

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi terus bergerak aktif merawat harmoni dan kondusifitas wilayah.

TIMES Indonesia,
Bakesbangpol Banyuwangi Perkuat Peran Tokoh Lintas Agama Jadi Benteng Sosial
Bakesbangpol Banyuwangi gelar kegiatan penguatan peran tokoh agama dalam menanamkan nilai moderasi beragama sebagai pilar utama kerukunan dan ketahanan sosial masyarakat. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi terus bergerak aktif merawat harmoni dan kondusifitas wilayah. Terbaru, instansi pemerintah dibawah komando Drs. R. Agus Mulyono, MSi, menggelar kegiatan penguatan peran tokoh agama dalam menanamkan nilai moderasi beragama sebagai pilar utama kerukunan dan ketahanan sosial masyarakat.

Langkah strategis tersebut diwujudkan dalam kegiatan pembinaan yang dipusatkan di Candi Manggala, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Senin (15/6/2026).

Advertisement

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh perwakilan tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan, mulai dari Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Konghucu, hingga aliran kepercayaan. Turut hadir pula Camat Gambiran, Bambang Suryono, S.Sos, yang turut mengawal jalannya acara.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, MSi,. Dalam paparannya, dia menekankan bahwa tantangan sosial di era modern semakin kompleks dan dinamis.

Bakesbangpol
Suasana penguatan peran tokoh agama yang digelar Bakesbangpol Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).

"Saat ini kita dihadapkan pada ancaman nyata penyakit sosial, mulai dari bahaya narkoba, penyebaran HIV, darurat judi online, fenomena LGBT, hingga isu stabilitas dan keamanan sosial. Belum lagi tantangan disrupsi informasi serta polarisasi digital yang rentan memecah belah," ujar Agus. 

Menurutnya, benteng terbaik untuk menghadapi semua ancaman tersebut adalah penguatan spiritualitas dan kohesi sosial yang digerakkan oleh para tokoh agama. 

Advertisement

“Dengan begitu, cita-cita luhur bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dapat senantiasa terjaga di Bumi Blambangan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Banyuwangi, Drs. H. Moh. Jali, M.Pd.I., yang hadir sebagai pemateri, memaparkan esensi penting dari peran tokoh agama. Dia menegaskan bahwa tokoh agama adalah sosok sentral yang memiliki kedalaman ilmu spiritual dan didengar oleh umatnya.

"Tokoh agama adalah pilar penentu dalam membumikan moderasi beragama. Mereka memiliki kemampuan mengarahkan masyarakat menuju harmoni," kata Moh. Jali.

Dia membeberkan empat indikator utama dalam moderasi beragama yang wajib dijaga yakni, komitmen kebangsaan, toleransi tinggi, anti kekerasan dan menerima terhadap tradisi. 

"Jika tokoh agama menyerukan kedamaian, masyarakat akan patuh (manut). Begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, sinergi ini sangat krusial. Sesuai jargon Bupati Banyuwangi, mari kita tandang bareng (bekerja bersama) agar nanti kita bisa menikmati hasilnya berbarengan," jelasnya. 

Kegiatan positif ini memicu respons hangat dan apresiasi tinggi dari para peserta yang hadir. Mereka menilai ruang dialog seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempererat tali silaturahmi antar umat beragama.

Perwakilan Tokoh Agama Kristen, Maria Regina Jumaiyah, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiasi Bakesbangpol Banyuwangi.

"Kami sangat bersyukur. Acara ini semakin memantapkan tugas kami untuk membimbing anak-anak dan lingkungan setempat agar tetap berjalan di jalur yang benar," ungkapnya. 

Senada dengan Maria, tokoh LDII Banyuwangi, H. Astro Junaidi, mengapresiasi tinggi upaya harmonisasi lintas iman ini. Menurutnya, kerukunan dan kekompakan adalah modal utama pembangunan daerah.

"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di Yosomulyo saja, melainkan ditindaklanjuti ke desa-desa di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Semoga berkah dan bermanfaat," harap Astro. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia