Dari Ruang Akademik untuk Masyarakat, Unmer Malang Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Universitas Merdeka Malang (Unmer Malang) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar pada Senin (15/6/2026) di Ruang PPI Lantai 3 Gedung Rektorat.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Universitas Merdeka Malang (Unmer Malang) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar pada Senin (15/6/2026) di Ruang PPI Lantai 3 Gedung Rektorat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik universitas melalui pengukuhan tiga dosen yang memperoleh jabatan akademik tertinggi sebagai profesor di bidang keilmuan masing-masing.
Acara dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Malang Dr. Ricky Meinardhy, ST, MT, Sekretaris BRIDA Kabupaten Malang Aprija Wirawan, SSos., MAp., Ketua Umum Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang Brigjen TNI (Purn) Adam Suwarno Pangeran, SSos., MM., Ketua Senat Universitas Merdeka Malang Prof Dr. Kasuwi Saiban, SH, MAg beserta seluruh anggota senat.
Turut hadir pula Ketua Yayasan Bina Kemaritiman Indonesia Universitas Maritim AMNI Semarang Dr Drs Agus Aji Samekto, MM, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Universitas Islam Malang Dr Ir H Masyhuri Mahfudz, MP, Direktur Pascasarjana Universitas Widya Gama Malang Prof Dr Ir Aji Suraji, MSc, IPU, ASEAN Eng., serta tamu undangan, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas academica Unmer Malang.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Wakil Rektor II Unmer Malang, Prof Dr H Fajar Supanto, MSi.
Pada kesempatan tersebut dibacakan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 673/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen yang menetapkan bahwa terhitung mulai 1 April 2025, Dr Bambang Supriadi, SE, MM dinaikkan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Ekonomi Pariwisata.
Selanjutnya dibacakan Surat Keputusan Nomor 44339/M/KPT.KP/2025 yang menetapkan bahwa terhitung mulai 1 Oktober 2025, Dr Haryanto Respati, SE, MM dinaikkan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Manajemen Strategi.
Kemudian dibacakan Surat Keputusan Nomor 44338/M/KPT.KP/2025 yang menetapkan bahwa terhitung mulai 1 Oktober 2025, Dr Harmono, SE, MSi, dinaikkan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Manajemen Keuangan.
Seluruh keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta dan ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Setelah prosesi pembacaan keputusan, ketiga guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang mencerminkan kontribusi pemikiran akademik terhadap tantangan pembangunan di era modern.
Prof Dr Bambang Supriadi, SE, MM selaku Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Pariwisata, menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Ekonomi Pariwisata Berkelanjutan: Transformasi Nilai Lokal sebagai Daya Saing Destinasi di Era Revolusi Industri 5.0'.

Dalam orasinya, ia menekankan bahwa nilai budaya dan kearifan lokal merupakan modal utama pariwisata yang tidak dapat direplikasi oleh bangsa lain. Menurutnya, identitas lokal harus dipandang sebagai aset strategis yang mampu memperkuat daya saing destinasi wisata di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.
Sementara itu, Prof Dr Harianto Respati, SE, MM sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Strategi, menyampaikan orasi ilmiah bertajuk 'Manajemen Strategi Berbasis Artificial Intelligence: Tata Kelola Organisasi Lebih Responsif dan Strategis'.
Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan organisasi. Menurutnya, transformasi berbasis teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar organisasi mampu beradaptasi dan tetap kompetitif di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Adapun Prof Dr Harmono, MSi selaku Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Keuangan, menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Manajemen Keuangan Kontemporer Berbasis Balanced Scorecard dalam Penilaian Kinerja: Privat dan Sektor Publik'.
Melalui orasinya, ia menegaskan bahwa akuntabilitas, integritas, dan tata kelola keuangan yang sehat merupakan pondasi utama bagi kemajuan organisasi, baik di sektor swasta maupun sektor publik.
Rektor Unmer Malang, Dr Prihat Assih, SE, MSi., Ak., CSRS., menegaskan bahwa jabatan guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa guru besar bukan puncak cita-cita, melainkan amanah untuk membuktikan gagasan melalui karya dan pengabdian.
“Guru Besar bukan puncak cita-cita. Guru Besar adalah amanah pembuktian kata-kata menjadi nyata. Mengukir hidup dengan karya nyata tidak hanya bagi masyarakat kota, tetapi juga bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Melalui pengukuhan tiga guru besar tersebut, Universitas Merdeka Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi akademik yang berdampak bagi pembangunan masyarakat dan bangsa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

