Dosen Prodi PKK FT UNJ Perkuat Pendidikan Anak Migran di Jepang melalui Pelatihan bagi Relawan
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kontribusi pendidikan hingga tingkat global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang dilaksanakan di Jepang.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kontribusi pendidikan hingga tingkat global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang dilaksanakan di Jepang.
Melalui tim dosen dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik (Prodi PKK FT), UNJ menyelenggarakan pelatihan bertajuk 'Strengthening Volunteer Educators’ Capacity through Play-Based Learning Training to Support Children of Indonesian Migrant Families' pada Minggu, 14 Juni 2026 di Toyota Intercultural Association, Toyota City, Jepang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNJ dalam memperkuat kapasitas relawan pendidikan yang selama ini mendampingi anak-anak keluarga migran Indonesia di Jepang.
Program terlaksana melalui kolaborasi dengan PKBM Sekolah Nusantara dan Toyota Indonesia Group Community (TIGC), yang selama ini berperan aktif dalam menyediakan layanan pendidikan nonformal bagi komunitas Indonesia di wilayah Toyota dan sekitarnya.
Tim pengabdian UNJ dipimpin oleh Uswatun Hasanah, dengan anggota Hurriyyatun Kabbaro, Muhammad Faesal, dan Prastiti Laras Nugraheni yang merupakan dosen Prodi PKK FT.
Kehadiran tim akademisi UNJ disambut antusias oleh para relawan pendidikan yang menjadi ujung tombak pendampingan anak-anak keluarga migran Indonesia di Jepang.
Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi relawan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang adaptif, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak yang tumbuh dalam lingkungan multikultural.
Para peserta memperoleh wawasan teoritis sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di komunitas migran.
Terdapat tiga materi utama yang menjadi fokus dalam pelatihan tersebut. Pertama, penguatan nilai religi dan budaya Indonesia melalui pendidikan nonformal yang disampaikan oleh Muhammad Faesal.
Materi ini menekankan pentingnya menjaga identitas kebangsaan, karakter, dan nilai-nilai budaya Indonesia bagi anak-anak yang tumbuh di luar negeri.
Kedua, perencanaan pembelajaran adaptif dalam pendidikan nonformal yang dibawakan oleh Uswatun Hasanah.
Materi ini membahas strategi penyusunan program pembelajaran yang mampu menjawab keragaman kebutuhan belajar anak-anak keluarga migran dengan mempertimbangkan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda.
Ketiga, implementasi play-based learning yang disampaikan oleh Hurriyyatun Kabbaro.
Melalui pendekatan berbasis bermain, peserta diajak memahami bagaimana proses belajar dapat berlangsung secara lebih menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, moral, dan kreativitas anak secara holistik.
Ketua PKBM Sekolah Nusantara, Siti Ahsanu Nadiyya, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan relawan, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian dalam mendukung pendidikan anak-anak Indonesia di perantauan.
“Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menguatkan semangat kami sebagai relawan untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
"Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh kepedulian," imbuh Siti.
Sementara Ketua Tim Pengabdian Prodi PKK FT UNJ, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang tumbuh dan berkembang di lingkungan migran.
“Anak-anak keluarga migran Indonesia memiliki kebutuhan pendidikan yang unik karena mereka tumbuh dalam lingkungan multikultural yang berbeda dengan konteks sosial di tanah air,” ujar Uswatun Hasanah.
"Oleh karena itu, para relawan pendidikan memegang peran yang sangat penting sebagai pendamping sekaligus fasilitator pembelajaran yang mampu menjaga identitas kebangsaan, menanamkan nilai-nilai positif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," sambungnya.
Lebih lanjut, Uswatun Hasanah menekankan bahwa pendekatan play-based learning menjadi salah satu strategi yang efektif untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan, inklusif, dan berpusat pada anak.
Menurutnya, pembelajaran berbasis bermain tidak hanya membantu anak memahami materi pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan sosial, keterampilan komunikasi, serta kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas para relawan dalam merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak keluarga migran," ucap USwatun Hasanah.
"Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas migran, dan lembaga pendidikan nonformal, kami ingin menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas serta memastikan bahwa anak-anak Indonesia di manapun berada tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Selain memperkuat kualitas layanan pendidikan komunitas migran, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap kesejahteraan psikososial anak dan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas pendidik dan relawan.
Juga , SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui akses pendidikan yang inklusif bagi anak keluarga migran, SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penguatan komunitas pembelajaran berbasis masyarakat, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional antara perguruan tinggi, komunitas migran, dan lembaga pendidikan nonformal.
Melalui kegiatan ini, UNJ menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNJ dalam memperkuat pendidikan keluarga, membangun karakter generasi muda, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

