Advertisement
Indonesia Positif

Motivasi Siswa Baru, Jurusan Animasi SMK PGRI 3 Kota Malang Banyak Diminati Perusahaan Luar Negeri

SMK PGRI 3 Kota Malang mengajak calon peserta didik baru yang berminat mengambil Jurusan Animasi untuk tidak khawatir terhadap prospek kerja maupun kemampuan menggambar yang sering menjadi pertimbangan utama.

TIMES Indonesia,
Motivasi Siswa Baru, Jurusan Animasi SMK PGRI 3 Kota Malang Banyak Diminati Perusahaan Luar Negeri
Salah satu Alumni SMK PGRI 3 Kota Malang yang bekerja di perusahaan luar negeri yang bergerak di bidang Animasi
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG SMK PGRI 3 Kota Malang mengajak calon peserta didik baru yang berminat mengambil Jurusan Animasi untuk tidak khawatir terhadap prospek kerja maupun kemampuan menggambar yang sering menjadi pertimbangan utama.

Kepala Bidang Humas dan Marketing SMK PGRI 3 Kota Malang, Riyandi Agung Saputra, SOr., menjelaskan bahwa siswa yang ingin masuk Jurusan Animasi tidak harus sudah mahir menggambar. Hal terpenting adalah memiliki minat dan ketertarikan pada dunia visual dan kreativitas.

Advertisement

“Banyak calon siswa khawatir harus jago menggambar sebelum masuk Jurusan Animasi. Kekhawatiran itu wajar, tetapi di sekolah semua akan dibimbing dari dasar seperti siswa lainnya,” ujarnya.

Prospek Lapangan Kerja

Menurut Riyandi, tingkat keterserapan lulusan Jurusan Animasi SMK PGRI 3 Kota Malang sangat tinggi, bahkan mendekati 100 persen. Tidak sedikit siswa yang telah mendapatkan pekerjaan sebelum dinyatakan lulus sekolah.

Ia menambahkan, kekhawatiran mengenai masa depan lulusan animasi juga tidak perlu berlebihan. Saat ini, peluang kerja di bidang animasi sangat luas dengan penghasilan yang cukup menjanjikan.

“Banyak orang tua bertanya, setelah lulus animasi anaknya akan menjadi apa. Padahal lapangan kerja di bidang ini sangat luas,” katanya.

Lulusan animasi dapat berkarier di berbagai bidang seperti pembuatan film kartun, game, iklan, film, konten YouTube, UI/UX Design, animasi produk 3D, visualisasi arsitektur, medical animation hingga industri VTuber.

Advertisement

Bahkan, animator yang menguasai perangkat lunak seperti Blender dan After Effects dapat mengambil proyek freelance melalui platform internasional dengan pendapatan yang kompetitif.

Kebutuhan tenaga animator juga terus meningkat seiring berkembangnya industri kreatif, baik di dalam maupun luar negeri.

Tak Harus Pandai Menggambar, Skill Bisa Dilatih

Riyandi menegaskan bahwa tidak semua pekerjaan animasi menuntut kemampuan menggambar manual yang tinggi.

Pada animasi 3D, motion graphic, maupun visual effects (VFX), kemampuan logika, kreativitas, dan penguasaan software justru menjadi faktor utama.

“Yang penting adalah memiliki sense of movement atau pemahaman tentang gerakan. Banyak animator profesional yang tidak terlalu kuat dalam menggambar manual,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa proses belajar animasi membutuhkan ketekunan dan kerja keras.

Siswa harus beradaptasi dengan berbagai software seperti Maya, Blender, dan After Effects yang pada awalnya cukup menantang.

“Belajar animasi memang membutuhkan kesabaran. Ada tugas yang mengharuskan siswa begadang untuk proses rendering. Namun jika dijalani dengan sungguh-sungguh, hasilnya akan sangat memuaskan,” tambahnya.

Riyandi juga mengajak masyarakat untuk mengubah stigma bahwa jurusan animasi tidak memiliki masa depan yang jelas.

Menurutnya, banyak alumni SMK PGRI 3 Kota Malang yang telah bekerja di studio animasi nasional maupun perusahaan luar negeri.

Kisah Sukses Alumni

Salah satu alumni yang berhasil meniti karier di bidang animasi adalah Ida Bagus Gede Yoga, yang saat ini bekerja sebagai 3D Animator di Batara Studio.

Ia berpesan kepada siswa yang ingin berkarier di bidang animasi agar memiliki tujuan yang jelas, konsisten membangun portofolio, serta terus mengembangkan kemampuan diri.

“Fokus pada diri sendiri, bukan pada pencapaian orang lain. Terus berkarya, menerima kritik, dan bertahan dalam proses. Dengan begitu, jalan menuju kesuksesan akan terbuka,” ujarnya.

Apresiasi Orang Tua Siswa

Sementara ibunda Ida Bagus Gede Yoga, Ani Susanti, mengungkapkan bahwa bakat seni putranya mulai terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Ketertarikan terhadap film kartun seperti Shinchan dan Naruto membuatnya sering menggambar karakter favoritnya secara autodidak.

Sebagai orang tua, Ani mengaku awalnya sempat ragu terhadap prospek dunia animasi.

Namun seiring waktu, putranya berhasil membuktikan bahwa hobi dan talenta yang ditekuni secara serius dapat menjadi profesi yang menjanjikan.

“Sebagai orang tua, kita sebaiknya mendukung bakat dan minat anak sesuai potensi yang dimiliki. Anak saya membuktikan bahwa hobinya dapat membawanya berkarier hingga menembus studio animasi di Jepang, Amerika, dan Prancis,” tuturnya.

Ani juga mengapresiasi peran SMK PGRI 3 Kota Malang dalam mendukung perkembangan putranya.

Selama menempuh pendidikan, Yoga mendapatkan bimbingan dari guru serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi animasi, termasuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional dengan sejumlah prestasi membanggakan.

SMK PGRI 3 Kota Malang memberikan kontribusi besar dalam proses perkembangan anak saya. Sekolah memberikan ruang untuk berekspresi, berkompetisi, dan mengembangkan potensi yang dimilikinya,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRiyandi Agung S Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia