Raih Gelar Doktor di UM, Kader NU Probolinggo Kupas Tuntas Sistem AI
Kader NU Probolinggo dan Dosen UNUJA, Dr. Abu Tholib raih gelar doktor di UM. Sukses bedah sistem AI dan Python untuk atasi tumpukan informasi digital.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Nahdlatul Ulama kembali melahirkan pakar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) setelah kader terbaiknya, Dr. Abu Tholib, M.Kom meraih gelar Doktor di Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (17/6/2026).
Abu Tholib yang menjabat Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Probolinggo dan Dosen Tetap di Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid atau UNUJA Probolinggo itu, mempertahankan temuan serta pemikiran akademisnya yang berfokus pada salah satu cabang paling dinamis dalam teknologi modern, yaitu sistem rekomendasi cerdas.
Mengupas Jantung Sistem Rekomendasi Era Digital
Capaian gelar doktor ini menjadi momentum penting dalam mendalami implementasi Machine Learning yang menjadi motor penggerak platform digital global saat ini.
Abu Tholib mempertahankan disertasi berjudul Judul Integrasi BiLSTM, Autoencoder Dan Optimasi Stochastic Gradient Descent Untuk Menangani Data Sparsity Pada Sistem Rekomendasi.
Bagian dari disertasi tersebut, diterbitkan menjadi buku berjudul "Menguasai Sistem Rekomendasi di Machine Learning: Teori dan Praktik dengan Bahasa Pemrograman Python".
Karya referensi itu, mengupas tuntas bagaimana alogaritma cerdas mampu mengubah lanskap bisnis dan kepuasan pengguna.
Dalam karya ilmiah yang ditulisnya, Abu Tholib menggarisbawahi bahwa raksasa teknologi dunia seperti Netflix, IMDb, Amazon Prime Video, dan YouTube sangat bergantung pada teknik sistem rekomendasi untuk mempertahankan loyalitas serta kepuasan pelanggan mereka.
Sistem rekomendasi bertindak sebagai filter informasi otomatis yang sangat efektif dalam mengatasi masalah kelebihan informasi (information overload) di internet. Melalui sistem ini, platform digital mampu memprediksi secara akurat preferensi dan kebutuhan pengguna berdasarkan riwayat interaksi data masa lalu.
Pendekatan Komprehensif: Dari Teori hingga Praktik Python
Buku yang disunting oleh editor M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom., dan diterbitkan oleh Kaizen Media Publishing ini dinilai memiliki bobot akademis dan praktis yang tinggi. Karya tersebut membedah arsitektur sistem kecerdasan buatan secara struktural, mulai dari konsep dasar Supervised Learning, Unsupervised Learning, hingga Reinforcement Learning.
Lebih jauh, Abu Tholib membedah tiga teknik filter utama yang menjadi pilar sistem rekomendasi modern, seperti Content-Based Filtering yang merekomendasikan item berdasarkan kemiripan karakteristik produk yang pernah diakses atau disukai pengguna sebelumnya.
Teknik kedua adalah Collaborative Filtering yang menganalisis pola interaksi dan kesamaan perilaku antar-pengguna untuk memprediksi preferensi. Sementara teknik ketiga adalah Hybrid Filtering yang mengombinasikan mutakhir berbagai teknik untuk menghasilkan akurasi rekomendasi yang optimal dan real-time.
Tidak hanya berkutat pada teori, karya ini juga menyediakan panduan praktis pemrograman menggunakan Python. Berbagai pustaka (library) analisis data krusial seperti Pandas, NumPy, Matplotlib, Seaborn, SciPy, Scikit-Learn, hingga Natural Language Toolkit (NLTK) dikupas secara mendalam untuk melakukan prapemrosesan data, termasuk Data Cleaning dan Feature Engineering. Buku ini bahkan menyajikan studi kasus riil berskala industri, termasuk eksperimen sistem rekomendasi film memakai dataset dunia nyata, rekomendasi buku, serta optimasi rekomendasi restoran.
Menjawab Tantangan Riset dan Solusi Industri
Gelar doktor yang diraih Abu Tholib di Universitas Negeri Malang ini menegaskan pentingnya hilirisasi riset teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat umum serta warga nahdliyin.
Di tengah tantangan pemrosesan data besar seperti masalah akurasi, kelangkaan data, kendala pada pengguna baru, hingga mitigasi manipulasi sistem, karya ilmiah ini menawarkan panduan taktis bagi mahasiswa, guru, dosen, dan praktisi industri.
Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menaikkan reputasi akademik Universitas Nurul Jadid (UNUJA) tempat ia mengabdi, tetapi juga memberikan sumbangsih literasi teknologi yang kuat bagi jajaran Lembaga Pendidikan Maarif NU serta dunia sains-teknologi nasional secara umum. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


