Dosen HKI UNISMA Paparkan Krisis Orientasi Generasi Z di Tengah Arus Digital
Diskusi bedah buku Gen Z dalam Pusaran Krisis karya Muhammad Nafis berlangsung dinamis dalam rangkaian Milad ke-23 FKMSB Malang.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Diskusi bedah buku Gen Z dalam Pusaran Krisis karya Muhammad Nafis berlangsung dinamis dalam rangkaian Milad ke-23 FKMSB Malang.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi akademik yang tidak hanya membahas tantangan Generasi Z di era digital, tetapi juga mengulas berbagai persoalan sosial yang melekat, termasuk perubahan pola relasi, pendidikan, hingga isu keluarga yang mulai mengemuka di kalangan generasi muda.
Dalam forum tersebut, Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Islam Malang (Unisma), Muhammad Nafis, menyoroti secara khusus persoalan utama yang dihadapi Generasi Z, yakni krisis orientasi hidup di tengah derasnya arus digital.
Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan kehilangan identitas, melainkan kesulitan menentukan arah hidup akibat banjir informasi yang tidak terarah.
“Generasi Z tidak kehilangan identitas. Mereka tahu siapa dirinya dan dari mana mereka berasal. Tetapi yang menjadi persoalan utama adalah krisis orientasi,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
"Mereka hidup di tengah arus informasi, opini, dan pengaruh digital yang sangat besar sehingga sering kali kesulitan menentukan tujuan hidup yang benar-benar ingin diperjuangkan," imbuh Muhammad Nafis.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Nafis menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda dalam berinteraksi dan memandang kehidupan sosial.
Namun di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan tantangan baru berupa overload informasi yang dapat mengaburkan kemampuan dalam mengambil keputusan secara matang.
Ia menegaskan bahwa dampak krisis orientasi tersebut tidak hanya bersifat individual, tetapi juga merembet pada aspek sosial yang lebih luas, termasuk dalam kehidupan keluarga.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masih ditemukannya praktik perkawinan anak yang menunjukkan belum optimalnya kesiapan psikologis, ekonomi, dan sosial sebagian generasi muda.
“Dalam beberapa kasus, keputusan perkawinan di usia anak tidak lahir dari kesiapan, tetapi lebih karena tekanan lingkungan, faktor ekonomi, atau pengaruh sosial yang tidak sehat. Ini menunjukkan adanya problem orientasi yang perlu kita benahi bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Dosen HKI Unisma tersebut tetap memberikan pandangan optimistis terhadap masa depan Generasi Z. Ia menilai bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan jika mampu mengelola kapasitas diri secara tepat.
Ia menawarkan tiga hal yang perlu diperkuat, yakni kompetensi, kolaborasi, dan aksi. Menurutnya, kompetensi menjadikan individu mampu, kolaborasi menjadikan mereka kuat, dan aksi menjadikan perubahan benar-benar terjadi.
“Kompetensi membuat kita mampu, kolaborasi membuat kita kuat, dan aksi membuat perubahan itu benar-benar terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nafis menegaskan bahwa sejarah menunjukkan peran penting generasi muda dalam perubahan peradaban, baik dalam sejarah Islam maupun sejarah bangsa Indonesia.
Ia mencontohkan Usamah bin Zaid serta tokoh-tokoh pemuda Indonesia seperti Sutan Sjahrir dan Tan Malaka yang berperan besar dalam perubahan sosial dan politik.
Menutup pemaparannya, Nafis menekankan pentingnya refleksi diri bagi Generasi Z dalam menentukan arah hidup di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Sebelum mengubah dunia, kenalilah diri sendiri. Sebelum mengurus orang lain, temukan terlebih dahulu arah hidup kita,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang intelektual yang mampu mendorong Generasi Z untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi aktor perubahan yang memiliki arah, kesadaran, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan era digital.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

