UGM Gelar Pelatihan Literasi Kebangsaan dan Pembelajaran Inovatif bagi Mahasiswa UNISMA
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Universitas Islam Malang (UNISMA) menyelenggarakan 'Pelatihan Literasi Kebangsaan dan Pembelajaran Inovatif' bagi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Hukum
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Universitas Islam Malang (UNISMA) menyelenggarakan 'Pelatihan Literasi Kebangsaan dan Pembelajaran Inovatif' bagi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Hukum (FH).
Program ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat di era transformasi digital yang terus berkembang.
Program ini dipimpin oleh Dr. Arqom Kuswanjono, bersama Prof. M. Mukhtasar Syamsuddin, Ph.D. of Arts, dan Rachmat Hidayat, Ph.D., akademisi Fakultas Filsafat UGM yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan, karakter kebangsaan, serta transformasi pembelajaran di era teknologi digital.
Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Di tengah perubahan tersebut, mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, serta memahami nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Melalui pelatihan ini, mahasiswa akan mendapatkan pembekalan mengenai pembelajaran abad ke-21, literasi digital, pemanfaatan teknologi dan AI secara bertanggung jawab, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong inovasi di tengah masyarakat,” ujar Dr. Arqom Kuswanjono.
"Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran kebangsaan yang kuat agar mampu berkontribusi secara positif bagi bangsa dan negara," imbuhnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan melalui berbagai metode partisipatif, seperti diskusi interaktif, studi kasus, workshop, simulasi, dan praktik kolaboratif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan aplikatif bagi mahasiswa.
Melalui kerja sama antara Fakultas Filsafat UGM dan Universitas Islam Malang, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, inovatif, berwawasan kebangsaan, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

