Sering Bergonta-ganti Skincare karena Tren? Kenali Risikonya untuk Kulit
Perkembangan media sosial membuat informasi mengenai produk perawatan kulit atau skincare semakin mudah diperoleh.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Perkembangan media sosial membuat informasi mengenai produk perawatan kulit atau skincare semakin mudah diperoleh.
Berbagai produk baru terus bermunculan dan sering kali menjadi tren dalam waktu singkat. Meskipun demikian, kebiasaan bergonta-ganti produk perawatan kulit tanpa pertimbangan yang matang dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit.
Kulit memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap suatu produk. Pada banyak produk perawatan kulit, terutama yang mengandung bahan aktif, hasil penggunaan baru dapat dinilai setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Apabila produk terus diganti sebelum waktu tersebut, manfaatnya sulit dievaluasi dan risiko iritasi dapat meningkat. Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah gangguan fungsi sawar kulit.
Penggunaan berbagai produk secara bergantian, terutama yang mengandung retinoid, asam alfa hidroksi, asam beta hidroksi, atau bahan eksfoliasi lainnya, dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, kulit mengelupas, dan peningkatan sensitivitas.
Kebiasaan mengikuti tren juga dapat menyebabkan seseorang menggunakan produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Setiap orang memiliki karakteristik kulit yang berbeda. Produk yang memberikan hasil baik pada orang lain belum tentu memberikan manfaat yang sama pada pengguna lain.
Selain iritasi, penggunaan produk yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat, dermatitis kontak iritan, maupun dermatitis kontak alergi. Pada individu dengan kulit sensitif, pergantian produk yang terlalu sering bahkan dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya.
Para dokter spesialis kulit umumnya menyarankan rutinitas perawatan kulit yang sederhana, konsisten, dan sesuai kebutuhan. Pembersih wajah yang lembut, pelembab, dan tabir surya merupakan dasar perawatan kulit yang penting.
Penambahan bahan aktif sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dievaluasi responsnya sebelum menambahkan produk lain.
Sebelum mencoba produk baru, penting untuk memahami kandungannya, tujuan penggunaannya, serta kesesuaiannya dengan kondisi kulit.
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan pilihan perawatan yang lebih aman dan efektif.
Pesan Dokter Dhelya:
Mengikuti tren perawatan kulit dengan selalu bergonta-ganti skincare tidak selalu memberikan manfaat.
Konsistensi dalam menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit lebih bermanfaat dibandingkan sering berganti produk tanpa dasar yang jelas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

