Advertisement
Indonesia Positif

Musim Pancaroba dan Skin Barrier: Mengapa Pelembab Menjadi Makin Penting?

Perubahan cuaca saat musim pancaroba dapat memengaruhi kesehatan kulit tanpa disadari.

TIMES Indonesia,
Musim Pancaroba dan Skin Barrier: Mengapa Pelembab Menjadi Makin Penting?
Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Perubahan cuaca saat musim pancaroba dapat memengaruhi kesehatan kulit tanpa disadari.

Menjaga skin barrier dengan basic skincare yang tepat, terutama penggunaan pelembab, menjadi kunci agar kulit tetap sehat, nyaman, dan terlindungi.

Advertisement

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika menyebut musim pancaroba identik dengan cuaca yang sulit diprediksi.

Pagi hari udara terasa dingin, siang hari panas menyengat, kemudian sore turun hujan disertai angin yang membawa debu. Perubahan kondisi lingkungan tersebut ternyata tidak hanya memengaruhi daya tahan tubuh, tetapi juga kesehatan kulit.

Tidak sedikit orang mengeluhkan kulit menjadi lebih kering, terasa tertarik setelah mencuci wajah, mudah gatal, hingga tampak kusam selama musim pancaroba. Keluhan ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda bahwa skin barrier, atau lapisan pelindung alami kulit, sedang mengalami gangguan.

Di tengah maraknya tren skincare dengan berbagai kandungan aktif, banyak orang justru melupakan satu produk yang paling mendasar, yaitu pelembab. Padahal, pada musim pancaroba, pelembab memiliki peran yang semakin penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Skin Barrier: 'Benteng Pertahanan' Kulit

Kulit bukan sekadar lapisan yang membungkus tubuh. Pada bagian terluarnya terdapat skin barrier yang berfungsi sebagai benteng pertahanan pertama terhadap paparan lingkungan, seperti polusi, debu, bakteri, alergen, dan sinar ultraviolet.

Advertisement

Selain melindungi dari faktor eksternal, skin barrier juga menjaga agar air di dalam kulit tidak mudah menguap. Ketika lapisan ini sehat, kulit akan terasa lembab, halus, dan lebih tahan terhadap iritasi.

Sebaliknya, jika skin barrier terganggu, kulit akan kehilangan kelembabannya lebih cepat sehingga menjadi kering, sensitif, kemerahan, bahkan mudah mengalami peradangan.

Mengapa Musim Pancaroba Membuat Kulit Lebih Rentan?

Perubahan suhu dan kelembaban udara selama musim pancaroba menyebabkan penguapan air dari permukaan kulit meningkat. Udara yang lebih kering membuat kulit kehilangan kelembaban alaminya, sementara debu dan polusi dapat memicu iritasi ringan yang memperburuk kondisi skin barrier.

Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari juga ikut berkontribusi. Mencuci wajah terlalu sering, menggunakan sabun dengan kandungan yang terlalu keras, mandi menggunakan air panas, atau mencoba terlalu banyak produk skincare sekaligus dapat membuat lapisan pelindung kulit semakin melemah.

Akibatnya, kulit terasa kaku setelah dibersihkan, muncul sisik halus, gatal, atau terasa perih ketika menggunakan produk skincare yang sebelumnya tidak pernah menimbulkan masalah.

Pelembab, Langkah Sederhana dengan Manfaat Besar

Masih banyak anggapan bahwa pelembab hanya dibutuhkan oleh pemilik kulit kering. Faktanya, semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak dan berjerawat, tetap memerlukan pelembab.

Pelembab bekerja dengan membantu mempertahankan kadar air di dalam kulit sekaligus memperbaiki fungsi skin barrier. Kandungan seperti glycerin, hyaluronic acid, ceramide, dan panthenol mampu menjaga kulit tetap terhidrasi dan mengurangi risiko iritasi akibat perubahan cuaca.

Pada kulit berminyak, penggunaan pelembab yang sesuai justru dapat membantu menjaga keseimbangan produksi minyak sehingga kulit tidak semakin berminyak akibat dehidrasi.

TIPS DARI DOKTER 

Lakukan tiga langkah basic skincare berikut selama musim pancaroba:

  • Gunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai jenis kulit.
  • Oleskan pelembab segera setelah mencuci wajah ketika kulit masih sedikit lembab.
  • Gunakan sunscreen setiap pagi meskipun cuaca mendung atau lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Hindari hal berikut:

  • Mencuci wajah terlalu sering.
  • Mandi dengan air yang terlalu panas.
  • Menggunakan eksfoliator atau bahan aktif secara berlebihan ketika kulit sedang terasa kering dan sensitif.
  • Berganti-ganti produk skincare hanya karena mengikuti tren.•    

Basic Skincare Tidak Harus Rumit

Di era media sosial, banyak orang tergoda menggunakan hingga sepuluh langkah skincare setiap hari. Padahal, kesehatan kulit tidak ditentukan oleh banyaknya produk yang digunakan, melainkan oleh rutinitas yang tepat dan konsisten.

Basic skincare terdiri atas tiga komponen utama, yaitu membersihkan kulit (cleanser), menjaga kelembaban (moisturizer), dan melindungi dari sinar matahari (sunscreen). Ketiga langkah sederhana ini sudah menjadi fondasi utama untuk mempertahankan skin barrier yang sehat.

Serum, essence, masker, maupun berbagai bahan aktif lainnya dapat ditambahkan sesuai kebutuhan, tetapi bukan pengganti dari basic skincare.

Perawatan Kulit Dimulai dari Gaya Hidup

Selain penggunaan skincare, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari. Asupan cairan yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang berkualitas, serta pengelolaan stres membantu proses regenerasi kulit berlangsung optimal.

Tidak kalah penting, hindari kebiasaan menggaruk kulit yang terasa gatal atau terus-menerus mencoba produk baru ketika kulit sedang mengalami iritasi. Memberikan waktu bagi skin barrier untuk pulih sering kali menjadi langkah terbaik.

Kembali ke Dasar untuk Kulit yang Lebih Sehat

Musim pancaroba mengingatkan kita bahwa kulit merupakan organ yang terus beradaptasi terhadap lingkungan. Ketika cuaca berubah, kebutuhan kulit pun ikut berubah.

Alih-alih menambah banyak produk skincare, kembali pada prinsip basic skincare dengan penggunaan pelembab yang tepat justru menjadi strategi yang paling efektif untuk menjaga kesehatan kulit.

Dengan skin barrier yang terawat, kulit akan lebih kuat menghadapi perubahan cuaca, tetap lembab, dan terhindar dari berbagai masalah yang sering muncul selama musim pancaroba.

Pada akhirnya, kulit yang sehat bukanlah hasil dari rutinitas yang rumit, melainkan dari perawatan dasar yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDr. dr. Dhelya Widasmara Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia