Advertisement
Indonesia Positif

Ketahui Kesalahan Memilih Sabun Cuci Wajah yang Bisa Merusak Kulit

Membersihkan wajah adalah langkah pertama dalam basic skincare. Namun, penggunaan sabun cuci wajah yang tidak sesuai justru dapat merusak skin barrier dan memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kulit kering hingga jerawat.

TIMES Indonesia,
Ketahui Kesalahan Memilih Sabun Cuci Wajah yang Bisa Merusak Kulit
Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Membersihkan wajah adalah langkah pertama dalam basic skincare. Namun, penggunaan sabun cuci wajah yang tidak sesuai justru dapat merusak skin barrier dan memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kulit kering hingga jerawat.

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika menyatakan bahwa mencuci wajah merupakan rutinitas yang hampir dilakukan setiap orang setiap hari.

Advertisement

Banyak yang beranggapan bahwa semakin kesat kulit setelah dicuci, semakin bersih pula wajah mereka. Padahal, anggapan tersebut justru keliru.

Dalam praktik sehari-hari, tidak sedikit pasien datang dengan keluhan kulit kering, kemerahan, terasa tertarik, hingga muncul jerawat yang semakin sulit dikendalikan. Setelah ditelusuri, penyebabnya bukan karena kurang merawat kulit, melainkan karena penggunaan sabun cuci wajah yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.

Sabun cuci wajah memang berfungsi mengangkat minyak, kotoran, debu, dan sisa kosmetik. Namun, apabila produk yang digunakan terlalu keras atau digunakan dengan cara yang kurang tepat, lapisan pelindung alami kulit dapat ikut terangkat sehingga kulit menjadi lebih rentan mengalami iritasi.

Kulit Memiliki Minyak Alami yang Harus Dijaga

Permukaan kulit secara alami menghasilkan minyak atau sebum yang berfungsi menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier. Lapisan pelindung ini membantu mempertahankan kadar air sekaligus melindungi kulit dari paparan bakteri, polusi, dan zat iritan dari lingkungan.

Ketika wajah dibersihkan menggunakan sabun yang terlalu keras, minyak alami tersebut dapat berkurang secara berlebihan. Akibatnya, kulit kehilangan kemampuan mempertahankan kelembapan sehingga terasa kering, kasar, dan mudah mengalami iritasi.

Advertisement

Ironisnya, pada sebagian orang, kondisi ini justru memicu produksi minyak yang lebih banyak sebagai mekanisme kompensasi. Kulit menjadi semakin berminyak dan pori-pori lebih mudah tersumbat, sehingga jerawat pun muncul.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Sabun Cuci Wajah

Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih sabun berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain tanpa mempertimbangkan jenis kulit sendiri.

Pemilik kulit berminyak sering kali memilih sabun dengan daya membersihkan yang sangat kuat hingga kulit terasa kesat setelah digunakan.

Sebaliknya, pemilik kulit sensitif terkadang menggunakan produk dengan kandungan eksfoliator atau scrub setiap hari sehingga kulit menjadi kemerahan dan perih.

Kesalahan lainnya adalah menganggap semua busa memberikan efek pembersihan yang lebih baik. Faktanya, banyaknya busa tidak selalu menunjukkan efektivitas suatu produk, melainkan dipengaruhi oleh jenis surfaktan yang digunakan.

Selain itu, penggunaan sabun antiseptik atau sabun badan untuk mencuci wajah juga masih sering ditemukan. Produk tersebut umumnya memiliki formulasi yang tidak dirancang untuk kulit wajah yang lebih tipis dan sensitif sehingga berpotensi menyebabkan gangguan skin barrier.

Bagaimana Memilih Sabun Cuci Wajah yang Tepat?

Pemilihan sabun cuci wajah sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit.
Untuk kulit berminyak, pilih pembersih dengan tekstur gel atau foam ringan yang mampu mengangkat minyak tanpa membuat kulit terasa kering berlebihan.

Pada kulit kering dan sensitif, gunakan pembersih dengan formula lembut (gentle cleanser) yang mengandung bahan pelembap seperti glycerin atau ceramide dan bebas dari alkohol serta pewangi yang berlebihan.

Bagi pemilik kulit berjerawat, pilih produk yang dapat membersihkan secara efektif tanpa menyebabkan iritasi, karena peradangan pada skin barrier justru dapat memperburuk jerawat.
Yang tidak kalah penting, setelah mencuci wajah sebaiknya segera gunakan pelembap untuk membantu mengembalikan hidrasi kulit.

TIPS DARI DOKTER 

Agar kulit tetap sehat, lakukan kebiasaan sederhana berikut:

  • Cuci wajah maksimal dua kali sehari atau setelah berkeringat berlebihan.
  • Gunakan air bersuhu normal, bukan air yang terlalu panas.
  • Pilih sabun cuci wajah sesuai jenis kulit, bukan karena sedang viral.
  • Keringkan wajah dengan handuk bersih menggunakan cara ditepuk perlahan, bukan digosok.    

Hindari kebiasaan berikut:

  • Mencuci wajah berulang kali karena merasa kulit berminyak.
  • Menggunakan sabun badan untuk wajah.
  • Menggosok wajah terlalu keras saat mencuci.
  • Mengganti produk pembersih terlalu sering tanpa alasan yang jelas.

Kulit Bersih Tidak Berarti Kulit Kesat

Banyak orang masih menggunakan sensasi "kesat" sebagai indikator bahwa wajah telah bersih. Padahal, kulit yang terasa sangat kencang setelah dicuci justru dapat menjadi tanda bahwa lapisan minyak alami kulit ikut terangkat.

Kulit yang sehat seharusnya terasa bersih tetapi tetap lembut dan nyaman, tanpa rasa tertarik atau perih.

Karena itu, tujuan mencuci wajah bukanlah menghilangkan seluruh minyak di permukaan kulit, melainkan membersihkan kotoran sambil mempertahankan fungsi skin barrier.

Basic Skincare Dimulai dari Pembersih yang Tepat

Cleanser merupakan langkah pertama dalam basic skincare. Jika langkah awal ini sudah keliru, maka penggunaan serum, pelembap, maupun produk perawatan lainnya tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Rutinitas sederhana berupa penggunaan sabun cuci wajah yang sesuai, pelembap, dan sunscreen sudah menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Tidak perlu tergoda oleh banyaknya produk yang beredar di pasaran. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan kulit sendiri dan memilih produk yang mendukung fungsi alami kulit.

Jangan Asal Memilih, Dengarkan Kebutuhan Kulit Anda

Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda. Produk yang cocok untuk teman atau influencer belum tentu sesuai untuk kulit Anda.

Jika setelah menggunakan sabun cuci wajah kulit terasa sangat kering, perih, atau kemerahan, bisa jadi produk tersebut tidak sesuai dan justru mengganggu skin barrier.

Dalam kondisi seperti ini, evaluasi kembali produk yang digunakan atau konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Pada akhirnya, kulit yang sehat tidak ditentukan oleh seberapa kuat sabun membersihkan wajah, melainkan oleh kemampuannya membersihkan tanpa merusak lapisan pelindung alami kulit.

Memilih sabun cuci wajah yang tepat adalah langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDr. dr. Dhelya Widasmara Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia