Menuju PTN-BH 2029 Tanpa Bebani Mahasiswa, Polije Gelar 'Dialog Pimpinan 2026' Serap Aspirasi Ormawa
Dalam upaya memperkuat transparansi tata kelola kampus dan membangun sinergi yang kokoh antara birokrasi dan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan forum musyawarah terbuka bertajuk "Dialog Pim
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER – Dalam upaya memperkuat transparansi tata kelola kampus dan membangun sinergi yang kokoh antara birokrasi dan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan forum musyawarah terbuka bertajuk "Dialog Pimpinan 2026".
Acara yang berlangsung khidmat pada Rabu (17/6/2026) ini mempertemukan seluruh elemen organisasi mahasiswa (Ormawa) dengan jajaran top manajemen Polije. Forum akademik ini dirancang khusus sebagai wadah komunikasi dua arah (two-way communication) untuk menjaring kritik konstruktif, saran, serta komplain langsung terkait dinamika kehidupan kampus.
Pihak rektorat menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah instrumen taktis yang sangat vital. Aspirasi yang bergulir di dalam forum akan dijadikan fondasi utama dalam menyusun roadmap (peta jalan) pengembangan Polije di masa depan.
Melalui keterlibatan aktif seluruh civitas akademika, setiap kebijakan strategis yang diambil institusi dipastikan akan selalu selaras dengan kebutuhan riil mahasiswa di lapangan.
"Kami memandang forum ini bukan sekadar agenda tahunan untuk menggugurkan kewajiban. Ini adalah wadah musyawarah keluarga besar Polije. Setiap aspirasi, masukan, dan evaluasi kritis dari mahasiswa adalah modal berharga yang kami butuhkan demi membawa institusi ini melompat lebih tinggi," ujar Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P. Jumat (19/6/2026).
Dalam dialog yang berjalan dinamis tersebut, BEM Polije menyerahkan lembar rekomendasi tertulis yang memuat potret evaluasi kondisi kampus. Manajemen Polije berkomitmen penuh untuk menginventarisasi seluruh masukan tersebut secara saksama, serta memasukkan poin-poin prioritas ke dalam draf rencana pelaksanaan program kerja pada tahun anggaran berikutnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM Polije, Keisha Rafli Ar Rachman, menyatakan bahwa dialog ini menjadi jembatan penting untuk menyuarakan keresahan yang ada di tingkat akar rumput.
"Kami membawa berbagai catatan penting yang dikumpulkan dari survei mahasiswa, terutama mengenai perbaikan fasilitas penunjang akademik serta kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Harapan kami besar agar pihak pimpinan Polije bersedia memberikan solusi konkret yang berpihak pada kesejahteraan dan keberlanjutan studi mahasiswa," tegas Keisha.

Diskusi teknis berjalan semakin kaya dengan hadirnya perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan. Mereka secara spesifik menyoroti urgensi pembenahan fasilitas asrama mahasiswa serta pengadaan ruang sekretariat yang layak bagi organisasi kemahasiswaan guna mendukung kegiatan non-akademik.
Menanggapi hal tersebut, otoritas lembaga menyambut positif dan berjanji akan melakukan peninjauan kemampuan anggaran internal secara berkala untuk merealisasikan tuntutan tersebut.
Selain membahas isu internal, forum ini juga menjadi panggung bagi Direktur Polije untuk memaparkan visi besar ekspansi bisnis sektor vokasi. Saiful Anwar membeberkan target besar Polije untuk bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada tahun 2029.
Menariknya, transisi status kelembagaan ini ditargetkan berjalan tanpa ada kenaikan biaya kuliah bagi mahasiswa. Untuk mencapai kemandirian finansial tersebut, Polije telah menyiapkan tiga strategi utama guna menggalang sumber pendanaan produktif:
|
Strategi Utama |
Implementasi Kerja |
Target Capaian |
|
Optimalisasi Unit Usaha |
Memaksimalkan kinerja sektor vokasi dan unit bisnis komersial milik kampus. |
Peningkatan pendapatan mandiri non-akademik. |
|
Ekspansi Kemitraan |
Memperluas jalinan kerja sama strategis dengan industri nasional dan internasional. |
Penyerapan lulusan dan pendanaan riset bersama. |
|
Hilirisasi Inovasi |
Memacu komersialisasi produk-produk inovatif hasil riset terapan para dosen. |
Menciptakan produk lokal berdaya saing pasar. |
Melalui penguatan sektor pembiayaan mandiri yang kreatif dan produktif ini, Polije optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai motor penggerak pendidikan terapan berkualitas tinggi. Dengan begitu, akses pendidikan vokasi yang terjangkau dapat semakin diperluas ke berbagai daerah tanpa harus membebani finansial orang tua mahasiswa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


