Advertisement
Indonesia Positif

Dosen FIP UNJ Bekali Siswa Tunarungu Keterampilan Barista untuk Wujudkan Kemandirian dan Jiwa Wirausaha

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan UMKM

TIMES Indonesia,
Dosen FIP UNJ Bekali Siswa Tunarungu Keterampilan Barista untuk Wujudkan Kemandirian dan Jiwa Wirausaha
Dosen FIP UNJ Bekali Siswa Tunarungu Keterampilan Barista untuk Wujudkan Kemandirian dan Jiwa Wirausaha (19/6/26)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan UMKM menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Keterampilan Hidup Penyandang Disabilitas Tunarungu Melalui Pelatihan Vokasional Basic Barista Training” pada Jumat, 19 Juni 2026, di SLBN 03 Jakarta. Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat pendidikan vokasional bagi peserta didik penyandang disabilitas sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Kegiatan diikuti oleh siswa SLB jenjang menengah, guru pendamping, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus FIP UNJ. Pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan UMKM Kopi Juanda Dago Bandung sebagai mitra yang memberikan materi dan praktik dasar keterampilan barista kepada para peserta.

Advertisement

Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FIP UNJ, Aip Badrujaman, Kepala LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugiartono, Kepala SLBN 03 Jakarta, Rudi, serta tim pelaksana pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Murni Winarsih, dengan anggota Rohmah Ageng Mursita, dan Mayasari Manar yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Khusus FIP UNJ.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Murni Winarsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan keterampilan dasar barista kepada siswa tunarungu sebagai bagian dari implementasi kurikulum vokasional di Sekolah Luar Biasa yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis.

“Dalam pendidikan vokasional di SLB, porsi pembelajaran lebih banyak diarahkan pada praktik dan keterampilan, yaitu sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Bagi peserta didik penyandang disabilitas, penguasaan keterampilan hidup menjadi bekal yang sangat penting untuk mendukung kemandirian dan masa depan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan barista dipilih karena memiliki peluang yang cukup besar di dunia kerja maupun usaha mandiri. Selain mengajarkan teknik dasar pengolahan kopi, pelatihan ini juga memperkenalkan nilai-nilai kedisiplinan, pelayanan, komunikasi, serta kewirausahaan yang dapat menjadi modal penting bagi peserta di masa mendatang.

unj - 1

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FIP UNJ, Aip Badrujaman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi, sekolah, dan UMKM dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inklusif dan memberdayakan.

“Pelatihan ini bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang bagi siswa tunarungu untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas kesempatan kerja, dan bahkan membangun usaha secara mandiri di masa depan. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugiartono, menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, UMKM, dan sekolah.

Menurutnya, tindak lanjut berupa kerja sama formal melalui Memorandum of Agreement (MoA) perlu dilakukan agar siswa SLB memiliki kesempatan memperoleh pengalaman kerja yang lebih nyata melalui pelatihan lanjutan maupun program magang di lingkungan UMKM.

“Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan kemitraan yang lebih kuat antara fakultas, program studi, dan UMKM. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pendampingan berkelanjutan, kesempatan pelatihan kerja, bahkan magang. Kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik perguruan tinggi, UMKM, maupun masyarakat, khususnya peserta didik penyandang disabilitas,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif, menyenangkan, dan partisipatif. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai dasar-dasar profesi barista, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan minuman kopi dan pengenalan alat-alat yang digunakan dalam industri kopi.

Untuk memastikan seluruh materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta tunarungu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus FIP UNJ turut berperan aktif sebagai pendamping dan penerjemah menggunakan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Kehadiran mahasiswa menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara narasumber dan peserta sehingga proses pembelajaran berlangsung inklusif dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, UNJ kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan vokasional yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSFD Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia