Tak Hanya Teori, Keterampilan Wirausaha Penting Diajarkan Sejak Mahasiswa
Kewirausahaan menjadi skill penting yang harus dipelajari sejak masa mahasiswa.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Kewirausahaan menjadi skill penting yang harus dipelajari sejak masa mahasiswa. Hal ini yang mulai mengubah arah kampus yang biasanya banyak membekali mahasiswa dengan teori di ruang kelas, saat ini mahasiswa juga dibekali oleh keterampilan wirausaha.
Menyoroti hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mengasah kreativitas, berinteraksi, mengelola langsung usaha secara riil, hingga menghadapi berbagai tantangan bisnis.
“Mahasiswa harus belajar berwirausaha, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah, dan ini tidak didapatkan hanya di bangku kelas,” jelasnya dalam kegiatan Entrepreneur Fair (Efair) 2026, Senin (21/6/2026) di Matos.
Sementara itu, Dosen Program Studi International Business Management Universitas Ma Chung, Dr. Felik Sad Windu Wisnu Broto menjelaskan bahwa wirausaha terjadi apabila memadukan teori di kelas dengan aksi nyata di lapangan.
“Mahasiswa harus mempraktekkan langsung teori di kelas seperti strategi promosi dan manajemen operasional di lapangan,” tambahnya.
Menurutnya, salah satu persoalan yang sering dihadapi generasi muda saat merintis usaha adalah rendahnya daya tahan ketika menghadapi kegagalan. Karena itu, kampus harus berupaya menanamkan nilai kegigihan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa dalam berwirausaha, mahasiswa jangan hanya diajarkan untuk mencapai Break Even Point (BEP), tetapi harus mencapai laba. Lanjutnya, ini yang akan membentuk business mindset mahasiswa.
“Mahasiswa jangan hanya diajarkan BEP, tetapi juga mencapai laba, konsep ini adalah daya juang dan kreativitas, serta dapat membentuk business mindset mahasiswa ketika lulus,” tambahnya.
Lanjutnya, saat ini, pelaku usaha tidak hanya bersaing dengan pebisnis lainnya, tetapi mereka harus mampu berinovasi supaya memiliki nilai tambah.
Sebagai informasi, kegiatan ini mengajarkan mahasiswa untuk tampil kreatif dalam berbisnis, termasuk pemilihan produk yang disajikan. Banyak dari mereka yang memadukan kuliner dengan sajian yang praktis, estetik, ramah di kantong mahasiswa, namun tetap mengikuti tren masa kini. Selain itu, terdapat juga berbagai produk menarik lain seperti pengharum ruangan, parfum, dan berbagai macam produk lainnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


