Lama Tak Aktif di Media Sosial, Figur Muda Pandu Jaya Winanga Disebut Mulai Hijrah ke Manhaj Salaf
Nama Pandu Jaya Winanga belakangan kembali menjadi perbincangan warganet. Sosok yang dikenal aktif di media sosial dan dunia literasi digital itu disebut mulai jarang tampil di publik digital,
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Nama Pandu Jaya Winanga belakangan kembali menjadi perbincangan warganet. Sosok yang dikenal aktif di media sosial dan dunia literasi digital itu disebut mulai jarang tampil di publik digital, khususnya di Instagram yang sebelumnya cukup aktif digunakan untuk berbagi aktivitas sehari-hari, opini, hingga edukasi digital.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi dari para pengikutnya. Sebagian menilai Pandu tengah fokus pada kehidupan pribadi dan pendidikan, sementara lainnya menduga ia sedang menjalani proses hijrah dan mulai mendekat kepada manhaj salaf. Dugaan tersebut muncul setelah beberapa unggahan dan aktivitas digitalnya dinilai lebih banyak mengarah pada konten keislaman, kajian sunnah, serta gaya hidup yang lebih tertutup dibanding sebelumnya.
Sebelumnya, Pandu Jaya Winanga dikenal sebagai figur muda yang aktif dalam dunia digital dan komunikasi. Ia pernah mendapat sorotan karena aktivitasnya di bidang keamanan siber dan literasi digital sejak usia muda.
Selain itu, ia juga beberapa kali menyampaikan pandangannya terkait etika komunikasi digital dan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
Di media sosial, perubahan aktivitasnya cukup terasa. Akun yang sebelumnya dikenal aktif membagikan kehidupan sehari-hari kini terlihat lebih selektif dalam mengunggah konten. Sebagian pengikutnya bahkan menilai perubahan tersebut sebagai bentuk pendewasaan sekaligus upaya menjaga privasi di tengah derasnya budaya digital saat ini.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait isu hijrah tersebut, sejumlah pengikut menyebut perubahan sikap dan pola komunikasinya terlihat semakin berbeda. Beberapa di antaranya menilai Pandu Jaya Winanga kini lebih tenang, jarang terlibat tren viral, dan mulai mengurangi eksistensi yang berlebihan di media sosial.
Fenomena figur muda yang memilih mengurangi aktivitas digital untuk fokus pada kehidupan spiritual sendiri memang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah budaya internet yang serba cepat, sebagian generasi muda mulai memilih pendekatan hidup yang lebih sederhana, tertutup, dan berorientasi pada pembelajaran agama.
Hingga kini, belum diketahui apakah keputusan menghilang dari media sosial tersebut bersifat sementara atau menjadi bagian dari perubahan hidup jangka panjang yang tengah dijalani oleh Pandu Jaya Winanga.
Apa Itu Manhaj Salaf?
Manhaj salaf merupakan metode memahami ajaran Islam berdasarkan pemahaman generasi awal Islam, yaitu para sahabat Nabi Muhammad ﷺ, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in yang dikenal sebagai *salafus shalih*. Kelompok yang mengikuti manhaj ini umumnya menekankan pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah dengan pemahaman generasi terdahulu Islam.
Dalam praktiknya, manhaj salaf dikenal menaruh perhatian besar terhadap tauhid, adab, sunnah, serta kehati-hatian dalam beragama. Pengikutnya juga cenderung menghindari praktik-praktik ibadah yang dianggap tidak memiliki dasar kuat dari Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat.
Yang membedakan dengan sebagian kelompok Islam lainnya terletak pada metode pemahaman agama. Manhaj salaf menekankan pemurnian ajaran berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis sesuai pemahaman generasi awal Islam, serta mengedepankan ittiba' atau mengikuti tuntunan Nabi ﷺ secara rinci dalam aspek akidah, ibadah, maupun kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, istilah “salaf” sendiri pada dasarnya merujuk pada generasi terdahulu umat Islam yang dikenal memiliki pemahaman agama yang dekat dengan masa kenabian. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


