Tips Dokter Dhelya: Skincare yang Diperlukan saat Naik Gunung: Bukan Cuma Sunscreen
Naik gunung bukan hanya membutuhkan persiapan fisik, tetapi juga perlindungan kulit yang tepat.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Saat naik gunung, kulit tidak hanya terpapar sinar matahari, tetapi juga udara dingin, angin, kelembapan rendah, debu, dan gesekan perlengkapan.
Kombinasi ini dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, pecah-pecah, hingga terbakar matahari.
Masalah kulit yang dapat muncul
- Kulit kering dan bersisik akibat rendahnya kelembapan udara.
- Gangguan skin barrier karena peningkatan penguapan air dari kulit.
- Kulit kemerahan dan perih akibat angin serta suhu dingin.
- Sunburn meskipun udara terasa dingin atau langit berawan.
- Bibir kering dan pecah-pecah.
- Iritasi dan jerawat karena gesekan, terutama pada bahu, punggung, dada, atau area yang tertutup tali tas.
Skincare sebelum naik gunung
1. Gunakan pembersih wajah yang lembut
Hindari sabun yang membuat kulit terasa kesat, kering, atau tertarik.
2. Aplikasikan pelembap
Pilih pelembap yang mengandung gliserin, ceramide, asam lemak, kolesterol, atau bahan oklusif.
3. Gunakan sunscreen spektrum luas minimal SPF 30
Aplikasikan pada: wajah , telinga, leher dan tengkuk , tangan , agian tubuh lain yang tidak tertutup
4. Gunakan lip balm
Pilih yang mengandung petrolatum atau bahan oklusif. Lebih baik bila memiliki SPF.
5. Hindari skincare yang mudah mengiritasi
Sebelum pendakian, sebaiknya kurangi scrub, eksfoliasi kuat, retinoid, produk dengan kadar asam tinggi
Perawatan saat mendaki
- Aplikasikan ulang sunscreen setiap dua jam.
- Ulangi lebih cepat bila banyak berkeringat atau wajah sering diusap.
- Gunakan perlindungan fisik seperti: topi ,kacamata uv ,buff atau masker, pakaian berlengan panjang, sarung tangan
- Jangan mengusap wajah dengan tangan kotor.
- Tepuk keringat menggunakan tisu atau handuk bersih.
- Hindari pakaian dan tali tas yang terlalu ketat.
- Bawa pelembap dan lip balm untuk digunakan kembali saat kulit terasa kering.
Perawatan setelah mendaki
- Bersihkan wajah dan tubuh dari keringat, debu, serta sunscreen.
- Gunakan air suam-suam kuku, bukan air panas.
- Hindari menggosok kulit terlalu kuat.
- Segera gunakan pelembap setelah mandi.
- Hentikan sementara eksfoliasi atau bahan aktif bila kulit terasa perih, merah, atau sangat kering.
Pesan dari dr. Dhelya :
Naik gunung bukan hanya membutuhkan persiapan fisik, tetapi juga perlindungan kulit yang tepat.
Gunakan pelembap, sunscreen, dan pelindung fisik secara rutin agar kulit tetap sehat meskipun terpapar udara dingin, angin, dan sinar matahari. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

