Program SRAWUNG Satukan Pelaku UMKM, Akademisi, dan Mitra dalam Satu Ekosistem
Rumah BUMN Kota Malang menggelar Program SRAWUNG yang menghadirkan pameran UMKM, expo kuliner, business matching, konsultasi bisnis, serta workshop branding dan digital marketing untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Rumah BUMN Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program SRAWUNG (Sarana Ruang Aktivasi Wirausaha UMKM Ngalam). Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 tersebut menghadirkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan daya saing pelaku UMKM di Kota Malang.
Bertempat di Rumah BUMN Kota Malang, Jalan Raya Langsep, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, program ini mengusung konsep ekosistem kolaboratif yang memadukan pameran produk UMKM, business matching, expo kuliner, konsultasi bisnis, hingga workshop branding dan digital marketing dalam satu rangkaian kegiatan.
Melalui konsep tersebut, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan kesempatan mempromosikan produknya, tetapi juga memperoleh ruang belajar dan membangun jejaring dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan bisnis mereka.
Selama dua hari pelaksanaan, pameran produk UMKM menghadirkan Safied Craft dan MaPa Quilts yang menampilkan beragam produk unggulan hasil karya kreatif lokal. Sementara itu, expo kuliner diikuti oleh sejumlah pelaku usaha seperti Methikan Watan Madani, Teh Klinci, dan Dapur Bunda yang menyajikan aneka makanan dan minuman khas.
Partisipasi para pelaku usaha tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan produk unggulan Kota Malang kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Selain pameran dan expo kuliner, Program SRAWUNG juga menghadirkan Workshop Digital Marketing dan Workshop Branding Product yang masing-masing diikuti sekitar 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Workshop tersebut menghadirkan Ayrton Eduardo Aryaprabawa sebagai pemateri. Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat, mengenali target pasar secara tepat, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran yang efektif.
Menurut Ayrton, kualitas produk yang baik harus didukung strategi branding dan pemasaran yang tepat agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Koordinator Rumah BUMN Kota Malang, Indah Dwi Pangestu, mengatakan bahwa Program SRAWUNG dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, masyarakat, akademisi, dan berbagai mitra strategis dalam satu wadah pemberdayaan.
“Melalui Program SRAWUNG, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat promosi produk, tetapi juga wadah belajar, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring usaha agar UMKM mampu berkembang dan berdaya saing,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Noir Creative, kelompok Praktikum Public Relations 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang turut berperan dalam mendukung pelaksanaan dan aktivasi program.
Event Manager Program SRAWUNG, Sindi Ayu Seftya Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih luas bagi pelaku UMKM, tidak hanya dari sisi transaksi ekonomi tetapi juga kolaborasi dan pembelajaran.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang interaksi antara pelaku UMKM, masyarakat, dan berbagai mitra sehingga tercipta peluang usaha serta kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Sindi.
Melalui Program SRAWUNG, Rumah BUMN Kota Malang terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan menggabungkan aspek edukasi, promosi, konsultasi bisnis, dan penguatan jejaring dalam satu ekosistem kolaboratif, program ini diharapkan mampu mendorong UMKM Kota Malang menjadi lebih inovatif, adaptif, dan siap bersaing di tengah dinamika pasar yang terus berkembang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


