Advertisement
Indonesia Positif

KONEKSI Australia Gelar Monev Tata Kelola Hibah Riset UNISMA dalam Transformasi Pendidikan di Lombok Utara

Universitas Islam Malang (UNISMA) menerima kunjungan resmi dari tim KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia), Selasa 24 Juni 2026 untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terkait pe

TIMES Indonesia,
KONEKSI Australia Gelar Monev Tata Kelola Hibah Riset UNISMA dalam Transformasi Pendidikan di Lombok Utara
UNISMA menerima kunjungan dari tim KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Universitas Islam Malang (UNISMA) menerima kunjungan resmi dari tim KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia), Selasa 24 Juni 2026 untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terkait pengelolaan serta administrasi keuangan dana hibah riset.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek penelitian bertajuk 'Transformative learning in NTB: A project-based collaborative model for primary education grounded in lumbung communing', yang sepenuhnya didanai hibah KONEKSI Australia bidang pendidikan berkualitas telah berjalan sesuai dengan standar tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Advertisement

Dalam diskusi yang berlangsung hangat di kampus UNISMA, tim KONEKSI mengapresiasi pengelolaan administrasi dan keuangan yang dijalankan oleh tim peneliti UNISMA yang dinilai berjalan dengan sangat baik. Diskusi ini mencakup tinjauan terhadap capaian Milestone 2, pengelolaan kemitraan, serta implementasi strategi inklusi sosial (GEDSI) dalam setiap tahapan riset.

Ketua Tim Peneliti, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., menjelaskan bahwa dukungan pendanaan ini telah dioptimalkan untuk membiayai dua fase krusial yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yakni

  1. Fase 1 (April 2026): Difokuskan pada pemetaan sekolah sasaran, koordinasi dengan Dinas Pendidikan KLU, serta workshop awal untuk mengidentifikasi aktor komunitas kunci seperti budayawan dan aktivis perempuan.
  2. Fase 2 (Mei 2026): Meliputi penyelenggaraan Workshop dan Training of Trainers (ToT) bersama pakar pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya (Prof. Warsono). Ervina dari Pusat Perbukuan Kemdikdasmen RI, dan Charles Darwin University Australia (Prof. Ania Lian). Fase ini berhasil menyusun draf final Modul Ajar Tematik Terpadu untuk kelas 1-6 SD yang mengintegrasikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal Sasak

 

unisma
-

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Advertisement

Riset ini memiliki keunikan karena berlandaskan pada prinsip Lumbung Commoning, sebuah nilai kearifan lokal masyarakat Sasak yang didasarkan pada pengelolaan pengetahuan bersama menekankan gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab kolektif atas pengetahuan.

"Kami ingin mengembalikan kedaulatan budaya ke sekolah-sekolah dasar di NTB. Khususnya Lombok Utara agar pendidikan semakin mendekatkan kekayaan biokulturalnya sendiri," ujar Dr. Yunus.

Selain pengembangan modul, tim peneliti juga telah berhasil menjalin kolaborasi dengan Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang ditandai dengan serah terima bantuan buku literasi untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah Pemenang, Gangga, dan Bayan. Bantuan ini diharapkan dapat memantik kreativitas siswa dalam menulis pengalaman mereka terkait proyek berkebun sekolah.

Keberhasilan tata kelola keuangan dan administrasi ini menjadi modal kuat bagi UNISMA untuk melanjutkan tahap riset berikutnya, termasuk uji coba modul (pilot testing) dan penyusunan policy brief.

Proyek ini menunjukkan komitmen nyata UNISMA dalam mewujudkan pendidikan dasar berkualitas dan pendidikan yang inklusif bagi kelompok marginal, termasuk siswa slow learner dan penyandang disabilitas, yang melibatkan budayawan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta kelompok perempuan.

Tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini terdiri dari Muhammad Yunus, Ari Ambarwati, Zobi Mashabi, Durrotun Nasihah, Mahayu Woro Lestari, Hamiddin, Siti Asmaniyah Mardiani, dan Imam Wahyudi Karimullah, bekerja sama dengan mitra dari LP Ma'arif NTB dan Yayasan Isnawadi Bangun Negeri.

 

unisma
-

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Umi Sugiharti, Head of Operations and Grants Management KONEKSI, memberikan pujian khusus atas penerapan prinsip keuangan yang transparan di UNISMA. Ia menegaskan bahwa UNISMA menunjukkan keseriusan besar dalam mengelola proyek ini melalui pemisahan tugas yang jelas antara tim peneliti dan tim manajemen.

"Peneliti tidak dibebani persoalan administratif karena sepenuhnya didukung oleh tim manajemen," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Grant Officer KONEKSI, Widayat Nugroho Adi, mencatat bahwa tim keuangan UNISMA melakukan pencatatan transaksi yang rapi dan terdokumentasikan dengan baik.

Evaluasi mendalam juga datang dari Sandi Juandi, Program Manager di Kedutaan Besar Australia-DFAT. Ia menyimpulkan bahwa mekanisme risk management dalam memitigasi proyek penelitian ini telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan yang memadai.

Sandi bahkan menyarankan agar praktik baik manajemen keuangan ini dituliskan dalam laporan MISI agar dapat menjadi referensi dan diamplifikasi pada proyek-projek hibah internasional lainnya.

Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menegaskan komitmen institusinya untuk menuntaskan misi riset ini demi meningkatkan kualitas pendidikan dasar di KLU.

“Sebagai bukti keseriusan, pada Juli mendatang kami bersama Bupati KLU akan melaksanakan nota kesepahaman (MOU), di mana sektor pendidikan menjadi bagian strategis dari kemitraan tersebut,” tegasnya.

Rektor menambahkan bahwa keberhasilan hibah KONEKSI ini membuka peluang bagi UNISMA untuk melanjutkan riset-riset strategis lainnya di masa depan.

Dalam kunjungan tersebut, KONEKSI juga memperkenalkan Andarini sebagai narahubung resmi yang akan mendampingi tim riset UNISMA dalam merampungkan seluruh tahapan proyek di Nusa Tenggara Barat.

Dengan tata kelola yang akuntabel, proyek ini diharapkan mampu mewujudkan transformasi pendidikan yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal Lumbung Commoning masyarakat Sasak. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia