Makna Teknik Merajut Satu Garis, Mr. D Sebut sebagai Jejak Kejujuran Berkarya
Doddy Hernanto atau yang akrab disebut Mr. D, memberikan perspektifnya terkait makna mendalam dalam karya yang mengutip "Merajut garis awal hingga akhir jadi sesuatu".
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Doddy Hernanto atau yang akrab disebut Mr. D, memberikan perspektifnya terkait makna mendalam dalam karya yang mengutip "Merajut garis awal hingga akhir jadi sesuatu". Ia menjelaskan, sesuatu yang indah tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses yang terstruktur dan berkesinambungan.
“Kutipan ini memiliki makna yang mendalam, terutama jika dikaitkan dengan proses kreatif, dedikasi, dan penciptaan sebuah mahakarya,” jelasnya.
Lanjutnya, terdapat makna lain dari setiap elemen tersebut, pertama adalah filosofi “Merajut” itu sendiri bermakna ‘ketekunan dan presisi’. Menurutnya, merajut membutuhkan proses yang teliti, kesabaran, ritme yang terjaga, dan ketelitian tingkat tinggi.
Selain itu, ia juga bermakna ‘Keterhubungan Elemen’ dimana terdapat keterkaitan antara merangkai titik, garis, atau bahkan struktur kode data, setiap tarikan saling mengikat satu sama lain. Apabila satu terlewat, maka struktur lainnya akan kehilangan kekuatan.
“Merajut memiliki dua makna, yaitu ketekunan dan presisi, serta keterhubungan elemen,” tambahnya.
Untuk makna “Garis Awal Hingga Akhir” Mr D menjelaskan bahwa terdapat konsistensi perjalanan dimana transisi utuh dari titik awal (ide, visi, atau goresan pertama) menuju titik akhir (resolusi atau penyelesaian).
Selanjutnya adalah bermakna integritas dan orisinalitas. Bahwa adanya garis awal hingga akhir menyimbolkan kejujuran dalam berkarya.
“Ini adalah rekam jejak dari pembuatnya, keaslian yang utuh, memiliki karakter fundamental, dan tidak bisa begitu saja ditiru atau dimanipulasi oleh pihak lain,” imbuhnya.
Terakhir “Jadi Sesuatu” memiliki filosofi ‘Manifestasi Visual dan Makna’, yang berarti bahwa proses panjang yang memiliki identitas, fungsi, dan ruh tersendiri. Dimana sesuatu yang hanya berupa elemen dasar dapat bertransformasi menjadi identitas visual yang kompleks, inovatif, dan diakui eksistensinya.
Secara keseluruhan, menurut Mr. D, teknik tersebut merepresentasikan dedikasi seorang kreator. Ia menambahkan bahwa dalam membangun sebuah inovasi, maka harus memiliki keberanian untuk memulai (garis awal), ketahanan serta fokus untuk terus menyatukan ide (merajut), dan visi yang tajam untuk menyelesaikannya secara tuntas (garis akhir) hingga melahirkan karya otentik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


