Setijab BEM Unika Widya Karya Malang, Usung Transformasi Menuju Kampus yang Lebih Baik dan Mendunia
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Katolik atau Unika Widya Karya Malang menggelar Serah Terima Jabatan (Setijab) kepengurusan periode 2026-2027

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Katolik atau Unika Widya Karya Malang menggelar Serah Terima Jabatan (Setijab) kepengurusan periode 2026-2027 di Aula Santo Thomas Aquinas, Lantai 2 Kampus Unika Widya Karya (UKWK), Jalan Bondowoso No 2 Kota Malang, Kamis (25/6/2026).
Momentum pergantian kepengurusan ini menjadi awal lahirnya semangat baru mahasiswa UKWK dalam mewujudkan transformasi organisasi yang sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan visi kampus yang semakin berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Rektor III UKWK Malang, Dr Celina Tri Siwi Kristiyanti, SH, MHum, menyampaikan apresiasi kepada pengurus BEM periode 2025-2026 atas berbagai capaian dan kontribusi positif yang telah diberikan selama masa kepengurusan.
Menurutnya, dedikasi dan kesungguhan pengurus lama dalam menjalankan amanah telah memberikan dampak yang baik bagi perkembangan organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah bekerja dengan baik. Semoga kepengurusan baru mampu melanjutkan dan menghadirkan transformasi yang lebih baik bagi Universitas Katolik Widya Karya Malang," ujarnya.
Ia juga berpesan agar para pengurus baru senantiasa mengedepankan semangat pelayanan dan mampu merangkul seluruh mahasiswa dengan beragam karakter yang dimiliki.
Menurut Celina, mahasiswa yang aktif berorganisasi ibarat emas yang ditempa dalam panasnya api. Melalui organisasi, mahasiswa belajar membangun integritas, kerja sama tim yang solid, serta budaya saling mengasihi.
"Semoga semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam organisasi sebagai ruang untuk menempa diri dan menjadi bekal berharga di masa depan," katanya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan standar prestasi yang telah dicapai sebelumnya, tidak hanya di tingkat Kota Malang tetapi juga hingga tingkat provinsi bahkan nasional.
Selain itu, organisasi mahasiswa diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa di tengah tantangan era disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
"Melalui kegiatan yang interaktif dan komunikatif, mahasiswa akan semakin berkembang menjadi pribadi yang positif, konstruktif, dan memiliki mental yang kuat," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dosen pendamping organisasi kemahasiswaan, Dr. Agustinus Indradi, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya yang dinilai berhasil meletakkan standar organisasi yang tinggi.
Menurutnya, kepengurusan BEM periode 2025-2026 telah memberikan pelajaran penting bahwa keterbatasan sumber daya bukanlah alasan untuk berhenti berkarya.
"Mereka membuktikan bahwa ketika memiliki komitmen dan kreativitas, berbagai program yang bernilai besar tetap dapat diwujudkan. Standar yang telah dibangun ini menjadi estafet yang harus dilanjutkan oleh kepengurusan baru," ujarnya.
Agustinus menegaskan bahwa organisasi merupakan ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar menjadi konseptor, manajer, komunikator, sekaligus pemimpin yang mampu menggerakkan banyak orang.
Ia berharap pengurus baru mampu mempertahankan komitmen dan konsistensi sehingga dapat melahirkan berbagai program yang lebih baik dari periode sebelumnya.
"Kami berharap setahun ke depan akan banyak capaian baru yang dapat dibanggakan. Yang terpenting adalah tetap memegang komitmen dan terus berproses. Dengan itu, semuanya akan berjalan dengan baik," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden BEM UKWK Malang periode 2025-2026, Nicholas Chander atau yang akrab disapa Niko, menyampaikan pidato perpisahan yang penuh haru.
Ia mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk memimpin organisasi mahasiswa selama satu periode. Menurutnya, perjalanan tersebut mengajarkan banyak hal tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta proses pendewasaan diri.
"Saya belajar bahwa pemimpin bukanlah orang yang selalu paling benar. Saya belajar menerima kritik, mengambil keputusan, bertanggung jawab, dan terus bertumbuh bersama organisasi," ungkapnya.
Niko juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kabinet, dosen pendamping, organisasi mahasiswa, dan mahasiswa UKWK yang telah memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.
Kepada pengurus baru, ia berpesan agar menikmati setiap proses yang akan dijalani karena pengalaman dalam organisasi akan menjadi bagian paling berharga dalam perjalanan hidup seorang mahasiswa.
"Jalankan amanah ini dengan baik. Kalian terpilih bukan karena kebetulan, tetapi karena kepercayaan yang diberikan kepada kalian. Tetaplah berorganisasi dengan penuh tanggung jawab tanpa melupakan kewajiban utama sebagai mahasiswa," pesannya.
Sementara Presiden BEM UKWK Malang periode 2026-2027, Yulia Anastasia Mandonsa, menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus kepengurusannya.
Salah satunya adalah melanjutkan program unggulan Widya Karya Basketball Competition (WKBC) yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan di tingkat Provinsi Jawa Timur untuk kategori putra usia 18 tahun. Pada periode mendatang, kompetisi tersebut direncanakan akan diperluas dengan menambahkan kategori putri.
"Kami berupaya agar WKBC tetap berlangsung di tingkat provinsi dan dapat menjangkau lebih banyak peserta, baik putra maupun putri," jelasnya.
Selain itu, BEM UKWK juga akan melanjutkan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan Widya Karya Berkarya, yang berfokus pada kegiatan mengajar di sekolah-sekolah dasar.
Program lainnya adalah penyelenggaraan seminar dan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa guna meningkatkan motivasi berorganisasi serta memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Yulia mengaku optimistis terhadap masa depan UKWK yang saat ini tengah mengalami berbagai transformasi positif.
"Saya memiliki harapan besar terhadap perkembangan Universitas Katolik Widya Karya. Saya ingin semangat berorganisasi mahasiswa semakin tinggi, bukan hanya sekadar bergabung, tetapi benar-benar menghidupi organisasi dan memberikan kontribusi nyata," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Yulia berkomitmen memperkuat kolaborasi antarorganisasi mahasiswa, mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), hingga BEM Fakultas.
"Kami ingin setiap program kerja BEM melibatkan kolaborasi dengan seluruh organisasi mahasiswa yang ada di kampus sehingga dampaknya semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan bersama," tandas mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis asal Nusa Tenggara Timur tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

