Mantap, Tim RPL SMK PGRI 3 Malang Raih Juara Best Network dalam Ajang Play IT Polinema 2026
Prestasi membanggakan berhasil diraih siswa SMK PGRI 3 Malang dalam ajang Play IT 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Prestasi membanggakan berhasil diraih siswa SMK PGRI 3 Malang dalam ajang Play IT 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Tim dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sukses meraih Juara 1 Best Network pada kategori PC Assembly, sekaligus menembus babak grand final dan bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Guru pembimbing tim RPL SMK PGRI 3 Malang, Venny Meida Hersianty, S.Tr.Kom, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta dalam merakit komputer dari awal hingga dapat digunakan dan terkoneksi dengan jaringan internet.
“Dalam lomba ini peserta dituntut untuk merakit PC dari nol, melakukan instalasi sistem operasi Linux, melakukan crimping kabel jaringan, hingga memastikan komputer dapat menyala dan terhubung ke internet. Semua proses harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan,” jelas Venny.
Sebelum memasuki babak final, seluruh peserta mengikuti tahap penyisihan secara daring.
Sebanyak 60 peserta mengikuti seleksi awal dengan mengerjakan soal teori mengenai perangkat keras komputer, perakitan PC, serta jaringan komputer. Dari hasil seleksi tersebut dipilih 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak final.
Kompetisi final berlangsung selama dua hari, yakni pada 22–23 Juni 2026. Sebanyak 17 provinsi di Indonesia turut mengirimkan perwakilan terbaiknya dalam ajang tersebut.
Dari 10 tim yang lolos, tim SMK PGRI 3 Malang menjadi satu-satunya wakil dari Kota Malang yang berhasil menembus babak final kategori PC Assembly.
Pada hari pertama perlombaan, peserta dibagi ke dalam dua sesi yang masing-masing diikuti lima tim.
Mereka harus menyelesaikan tugas perakitan komputer dan konfigurasi jaringan dalam waktu dua jam. Dari setiap sesi dipilih tiga tim terbaik untuk melaju ke grand final.
“Alhamdulillah tim kami berhasil lolos ke final. Saat itu kami berada di urutan kedua. Lawan-lawan yang dihadapi cukup kuat, termasuk tim dari Jember, Cilacap, dan Yogyakarta,” ungkapnya.
Menurut Venny, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena peserta yang dikirim berasal dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), bukan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang selama ini identik dengan bidang hardware dan jaringan.
“Kami di RPL lebih fokus pada pengembangan perangkat lunak dan aplikasi. Materi perakitan komputer maupun jaringan hanya diperkenalkan secara dasar," katanya.
"Bahkan peserta kami masih duduk di kelas X sehingga belum banyak mendapatkan materi terkait hardware,” imbuh Venny.
Meski demikian, berkat latihan intensif selama satu minggu serta dukungan dari guru TKJ yang memberikan pendampingan teknis, para siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Selama satu minggu sebelum lomba, anak-anak berlatih secara serius. Kami juga meminta bantuan guru TKJ untuk memberikan arahan mengenai teknik perakitan komputer dan crimping kabel jaringan yang benar,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan grand final, tim sempat menghadapi berbagai kendala teknis.
Beberapa komponen yang digunakan mengalami masalah sehingga peserta harus melakukan penggantian perangkat saat perlombaan masih berlangsung.
Ketua Tim, Riendra Abimanyu Afrianto, menjelaskan bahwa tantangan terbesar terjadi ketika konektor 24 pin antara power supply unit (PSU) dan motherboard tidak kompatibel.
Setelah melakukan pembongkaran dan mengganti motherboard, mereka kembali menghadapi kendala pada I/O port yang tidak sesuai dengan casing sehingga harus melakukan penggantian casing.
Kemudian, saat instalasi sistem operasi ke SSD, sistem sempat tidak terdeteksi setelah proses reboot.
"Kami mencoba melakukan instalasi ulang dan mengubah beberapa pengaturan BIOS, tetapi masih belum berhasil,” jelas Riendra.
"Akhirnya kami mencoba memindahkan SSD ke port lain dan syukurlah komputer bisa melakukan booting pada saat-saat terakhir," imbuhnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, tim tetap mampu menyelesaikan seluruh tahapan perlombaan dengan baik dan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Best Network.
“Jujur kami tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik di kategori network, apalagi kami berasal dari jurusan RPL. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Riendra berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti kompetisi di bidang teknologi informasi.
“Harapan saya ke depan bisa terus mengikuti lomba-lomba IT yang lebih tinggi tingkatannya. Selain itu, prestasi ini juga membuktikan bahwa siswa RPL mampu bersaing dalam bidang hardware dan jaringan yang selama ini identik dengan jurusan TKJ,” tegasnya.
Keberhasilan tim yang beranggotakan Riendra Abimanyu Afrianto, Muhammad Athif Firdianto, dan Natan Putra Al Qarana Pratama ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah serta bimbingan para guru pendamping, yakni Venny Meida Hersianty, S.Tr.Kom dan Eko Mulyanto, S.Pd.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa dengan semangat belajar, kerja sama tim, dan kemauan untuk terus berkembang, siswa RPL mampu menunjukkan kompetensi yang tidak kalah dengan jurusan lain, bahkan mampu berprestasi di tingkat nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

